Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Iran, Rabu (13/7), mengatakan tuntutan negaranya masuk akal selama negosiasi untuk memulihkan kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia. Dia menambahkan bahwa semua tuntutan Iran dibuat dalam kerangka perjanjian 2015 yang dikenal secara resmi sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan atau JCPOA.
"Iran selalu bertindak sepenuhnya rasional dan mengajukan tuntutan yang masuk akal," kata Presiden Ebrahim Raisi dalam rapat kabinet, menurut situs resminya. Pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan setelah penarikan Amerika Serikat pada 2018 dimulai di Wina pada April 2021.
Jika berhasil, JCPOA yang diperbarui akan mengembalikan Teheran ke kepatuhan penuh terhadap komitmen nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi yang sangat dibutuhkan. Namun negosiasi terhenti sejak Maret dengan beberapa masalah yang belum terselesaikan yang tersisa antara AS dan Iran.
Pada akhir Juni, Qatar menjadi tuan rumah pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran dalam upaya mengembalikan proses Wina ke jalurnya. Namun diskusi itu terhenti setelah dua hari tanpa melanggar kebuntuan.
AS menuduh Iran mengangkat isu-isu yang sepenuhnya tidak terkait dengan kesepakatan nuklir. Ini mengacu pada permintaan Teheran agar AS menghapus Islamic Revolutionary Guards Corp dari daftar hitam teror.
Baca juga: Iran Pastikan Perjalanan Biden tidak Jamin Keamanan bagi Israel
Pada Rabu, juru bicara kementerian luar negeri Iran Nasser Kanani mengatakan kepada wartawan bahwa pertukaran pesan antara AS dan Iran berlanjut melalui mediasi Uni Eropa. Negosiasi berlangsung seperti sebelumnya melalui pertukaran pesan antara menteri luar negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan kepala kebijakan luar negeri UE Josep Borrell serta antara kepala perunding nuklir Iran Ali Bagheri dan koordinator UE Enrique Mora.
Putaran baru pembicaraan mungkin akan disepakati. "Saya kira waktu dan lokasi negosiasi akan segera ditentukan," tambahnya.
JCPOA berusaha untuk menjamin Teheran tidak dapat mengembangkan senjata nuklir. Ini sesuatu yang selalu disangkal ingin dilakukan Iran. (AFP/OL-14)
Intelijen AS menyebut Iran masih mampu memulihkan bunker rudal dalam hitungan jam meski dibombardir. Setengah peluncur rudal dilaporkan masih utuh.
Iran tembak jatuh jet tempur F-15 AS. Satu pilot selamat, satu hilang. Teheran tawarkan imbalan bagi penangkap awak, memicu perburuan di tengah konflik.
F-15 AS ditembak jatuh di Iran. Satu pilot selamat, satu masih dicari. Dua Black Hawk rusak ditembaki saat misi evakuasi di tengah eskalasi perang.
Iran tembak jatuh jet F-15 AS dan tawarkan imbalan US$60.000 untuk tangkap pilot. AS kerahkan misi penyelamatan di tengah penolakan gencatan senjata oleh Teheran.
Iran dilaporkan tidak merespons usulan gencatan senjata selama 48 jam yang diajukan oleh Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
AMERIKA Serikat mengusir Wakil Duta Besar Iran untuk PBB Saadat Aghajani. Ia diusir sejak Desember 2026 atas alasan keamanan nasional.
Tantangan yang dihadapi kedua negara, Indonesia dan Iran, ialah tidak saling mengenal atau kurangnya pengenalan antarkedua negara.
MASOUD Pezeshkian, mantan dokter bedah jantung berdarah Azerbaijan, terpilih menjadi presiden Iran menggantikan Ebrahim Raisi yang tewas karena kecelakaan helikopter.
MASOUD Pezeshkian seorang politisi dan ahli bedah, baru saja terpilih sebagai Presiden Iran. Dikenal luas di Iran, Pezeshkian membawa pengalaman luas dalam bidang medis dan politik
Pezeshkian, kandidat presiden Iran dari kubu reformis, memenangi putaran kedua pemilu presiden Iran mengalahkan pesaingnya dari kubu garis keras konservatif Saeed Jalili.
Pemerintah Iran telah menyetujui enam kandidat, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, bertarung dalam pemilihan presiden pascakematian Presiden Ebrahim Raisi.
Belum ada tanda-tanda perang Hamas-Israel yang telah mencapai bulan kedelapan di mana Iran memainkan peran besar akan segera berakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved