Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK perlawanan Palestina, Hamas, bersiap untuk memulihkan hubungan dengan rezim Suriah setelah jeda 10 tahun. Ini dikatakan seorang sumber Palestina pada Selasa (21/6), Anadolu News Agency melaporkan.
"Kedua belah pihak akan membuka fase baru dalam hubungan mereka di periode mendatang," kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu kepada Anadolu Agency sebagaimana dilansir Middle East Monitor. Sumber itu mengatakan kelompok Libanon, Hizbullah, mengerahkan upaya tak kenal lelah untuk menengahi antara kedua belah pihak.
Baca juga: Yordania dan Saudi Dukung Dunia Cegah Iran Punya Senjata Nuklir
"Hizbullah diberikan lampu hijau untuk mendekatkan pandangan antara Hamas dan rezim Suriah," tambahnya. Menurut sumber tersebut, langkah untuk membuka halaman baru dalam hubungan dengan rezim Suriah didukung dengan suara bulat oleh kepemimpinan Hamas.
Sejak 1999, Hamas menggunakan Damaskus sebagai markas besar kepemimpinannya di luar negeri. Namun pada 2012 kelompok itu meninggalkan negara tersebut setelah meletusnya konflik Suriah.
Baca juga: Pembukaan Udara Saudi untuk Semua Penerbangan Israel tengah Dibahas
Sumber itu mengatakan rezim Suriah, sampai saat ini, menentang pemulihan hubungan dengan Hamas. Menurut sumber tersebut, pertemuan terjadi baru-baru ini antara pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, dan seorang pemimpin tinggi Hamas. Mereka menyetujui langkah-langkah menuju normalisasi hubungan dengan rezim Suriah.
Sebelumnya, delegasi Hamas mengunjungi Moskow pada 4 Mei lalu. Mereka mengadakan pembicaraan dengan pejabat Rusia di wisma Kementerian Luar Negeri Rusia. Pembicaraan berakhir pada 5 Mei.
Kunjungan Hamas ke Moskow terjadi pada saat hubungan Rusia-Israel tegang karena posisi Israel yang mengutuk perang Rusia di Ukraina. Delegasi Hamas dipimpin oleh kepala kantor hubungan internasional gerakan itu Moussa Abu Marzouk, termasuk anggota biro politik gerakan, terutama Fathi Hammad dan Hussam Badran.
Setelah bertemu dengan pejabat Rusia, Abu Marzouk mengatakan dalam pernyataannya kepada Al-Mayadeen TV pada 5 Mei, "Pemahaman baru sedang diberlakukan hari ini di sistem global dan ada peluang untuk mengubah status quo dalam sistem global untuk kepentingan yang tertindas di dunia."
Dia menambahkan bahwa perubahan tatanan dunia akan memengaruhi masa depan Israel. Seorang sumber terkemuka di Hamas yang berada di antara delegasi kunjungan ke Moskow mengatakan kepada Al-Monitor dengan syarat anonim bahwa kunjungan ini unik dan luar biasa dalam hal anggota delegasi dan topik yang dibahas dengan pejabat Rusia.
Baca juga: Moskow Prihatin Putusan Israel atas Properti Milik Gereja Jerusalem
Sumber tersebut menjelaskan bahwa delegasi tersebut bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov dan lainnya di Dewan Federasi Rusia dan Senat. Diskusi mereka menyentuh serangan Israel terhadap tempat-tempat suci Kristen dan Islam di Jerusalem.
"Pembicaraan dengan pejabat Rusia, bagaimanapun, lebih terfokus pada pengembangan dukungan Rusia untuk Palestina, membawa hubungan antara Hamas dan Moskow ke tingkat yang baru dan lebih maju, dan mematahkan pengepungan Israel yang diberlakukan di Jalur Gaza sejak 2007," tambahnya.
Kepala Hamas di Jalur Gaza Yahya Sinwar mengumumkan dalam pidatonya di Gaza pada 30 April bahwa garis maritim untuk mematahkan pengepungan Israel yang diberlakukan di Jalur Gaza akan diresmikan pada periode mendatang berkoordinasi dengan poros Jerusalem. Ini mengacu pada terutama Iran dan Hizbullah, poros yang menyatukan kepentingan dan aliansi dengan Moskow dalam beberapa masalah internasional, terutama konflik Suriah.
Israel tidak senang dengan kunjungan delegasi senior Hamas ke Rusia pada saat hubungannya dengan Moskow penuh dengan ketegangan.
Dilansir Middle East Monitor, 5 Mei lalu, surat kabar Israel Hayom mengutip sumber-sumber Palestina yang mengatakan bahwa pembicaraan dengan Rusia akan menjadi penting. Delegasi akan membahas dengan Kementerian Luar Negeri di Moskow situasi di Jerusalem dan perkembangan di Palestina. Mereka juga mencatat bahwa kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, berbicara di telepon dengan Menteri Luar Negeri Lavrov, sekitar dua minggu lalu.
Baca juga: Hamas, Garda Revolusi Iran, Hizbullah Bahas Serangan ke Israel
Kunjungan ini dilakukan karena Rusia telah menolak permintaan Israel untuk meminta maaf setelah pernyataan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov tentang Adolf Hitler memiliki akar Yahudi. Lavrov membuat komentarnya dalam wawancara dengan televisi Italia.
Israel sekarang berusaha meredakan ketegangan dengan Moskow karena tidak ingin mencapai situasi di mana Rusia merugikan kepentingan Israel. (OL-14)
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Konflik memuncak! Iran dan Hizbullah luncurkan gelombang rudal ke Israel.
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Militer Israel (IDF) memulai operasi darat terbatas di Libanon Selatan guna melumpuhkan infrastruktur Hizbullah. Simak perkembangan konflik dan dampaknya bagi warga sipil.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan belasan orang di Beirut dan wilayah selatan, sementara Hizbullah bersama Iran melancarkan gelombang roket dan drone balasan ke wilayah Israel
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved