Selasa 21 Juni 2022, 21:46 WIB

Iran Gantung Ekstremis Takfiri yang Dituduh Bunuh Ulama Syiah

Mediaindonesia.com | Internasional
Iran Gantung Ekstremis Takfiri yang Dituduh Bunuh Ulama Syiah

AFP.
Orang-orang Iran melambaikan poster untuk merayakan ulang tahun Imam Reza, delapan Imam Syiah, selama pertemuan di Universitas Teheran.

 

IRAN pada Senin (21/6) menggantung seorang ekstremis Suni yang dijatuhi hukuman mati. Ia didakwa membunuh dua ulama Syiah dan melukai lainnya pada awal April.

Seorang warga negara Uzbekistan berusia 21 tahun itu melakukan serangan penikaman pada 5 April di makam Imam Reza sebagai salah satu tokoh paling dihormati dalam Islam Syiah. Pembunuhan itu terjadi selama bulan suci Ramadan ketika kerumunan besar jemaah berkumpul di tempat suci itu, kota terbesar kedua di Iran, Mashhad.

"Hukuman mati terhadap Abdolatif Moradi dilakukan dengan cara digantung pagi ini di hadapan sekelompok warga dan pejabat di penjara Vakilabad di Mashhad," kata kepala kehakiman provinsi Gholamali Sadeghi, dikutip oleh situs web pengadilan Mizan Online.

Penyerang, "Dituduh moharebeh (perang melawan Tuhan dalam bahasa Persia) menggunakan senjata untuk meneror penduduk di makam dan bahkan di luarnya," tambah Sadeghi. Penyerang menikam salah satu korban sebanyak 20 kali, kantor berita Tasnim melaporkan sebelumnya.

Baca juga: Iran Jatuhkan Hukuman Mati kepada Penyerang Maut Tempat Suci Syiah

Pada 7 Juni, pengadilan mengumumkan hukuman mati Moradi. Pengacaranya telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung.

Menurut media lokal, Moradi memasuki Iran secara ilegal setahun sebelumnya dari Pakistan dan menetap di Mashhad, kota suci utama negara itu.

Para pemimpin Iran menyalahkan elemen takfiri atas serangan itu. Istilah takfiri di Iran dan beberapa negara lain merujuk pada kelompok Islam Suni radikal.

Salah satu ulama, Mohammad Aslani, meninggal seketika. Kematian yang kedua, Sadegh Darai, diumumkan dua hari kemudian.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah dua ulama Suni ditembak mati di luar sekolah agama di kota Gonbad-e Kavus, Iran utara. Tiga tersangka dalam kasus itu, juga warga Suni, ditangkap pada akhir April tetapi dikatakan tidak memiliki hubungan dengan kelompok teroris, media pemerintah melaporkan pada saat itu.

Baca juga: Menlu Israel akan Kunjungi Turki di tengah Ancaman Iran

Populasi Suni antara 5%-10% dari penduduk Iran mayoritas Syiah dari 83 juta orang. Iran tahun lalu mencatat total eksekusi tahunan tertinggi dalam empat tahun, kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan bulan lalu.

Dalam laporan tahunan dikatakan Iran mengeksekusi setidaknya 314 orang pada 2021. Angka ini naik dari 246 pada 2020. Sebagian besarnya karena kasus terkait narkoba. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP

Satelit Korut Ganggu Jalur Pelayaran Internasional

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 01 Juni 2023, 09:25 WIB
PBB dan IMO mengecam peluncuran satelit mata-mata Korea Utara karena membahayakan keselamatan...
AFP

Dua Pesawat AS dan Tiongkok Bersitegang di Langit LCS

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 01 Juni 2023, 08:25 WIB
Jet tempur Tiongkok bersitegang dengan pesawat Amerika Serikat di wilayah udara internasional Laut China...
AFP

Militer Sudan Enggan Berunding Lagi dengan RSF

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 01 Juni 2023, 07:20 WIB
Tentara Sudan menolak melakukan perundingan ulang dengan RSF yang ditengahi Arab...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya