Jumat 10 Juni 2022, 17:28 WIB

Hizbullah Desak Libanon Blokade Israel Mengebor Migas di Karish

Mediaindonesia.com | Internasional
Hizbullah Desak Libanon Blokade Israel Mengebor Migas di Karish

AFP/Al-Manar.
Kepala Hizbullah Hassan Nasrallah menyampaikan pidato yang disiarkan televisi dari lokasi yang dirahasiakan.

 

LIBANON harus memblokade Israel dari mengekstraksi gas dari ladang lepas pantai yang disengketakan. Kepala Hizbullah Hassan Nasrallah, Kamis (9/6), memperingatkan itu terkait perusahaan eksplorasi hidrokarbon yang disewa oleh Israel untuk.

"Tujuan langsungnya mencegah musuh mengekstraksi minyak dan gas dari ladang gas Karish," yang sebagian diklaim oleh Libanon, kata Nasrallah dalam pidato yang disiarkan televisi. Hizbullah tidak akan, "Berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa dalam menghadapi penjarahan (Israel) atas kekayaan alam Libanon yang merupakan satu-satunya harapan untuk keselamatan rakyat Libanon."

Pernyataan Nasrallah merupakan yang pertama sejak kapal produksi gas yang dioperasikan oleh Energean Plc yang terdaftar di London tiba di ladang gas Karish pada Minggu (5/6). Dia mengatakan ekstraksi harus dihentikan sambil menunggu penyelesaian negosiasi perbatasan laut antara Libanon dan Israel dan memperingatkan Energean agar tidak melanjutkan aktivitasnya.

Perusahaan, "Harus segera menarik kapalnya dan menghindari terlibat dalam agresi dan provokasi terhadap Libanon," kata kepala gerakan Syiah yang didukung Iran. Ia menambahkan bahwa Energean harus memikul tanggung jawab penuh atas keterlibatannya.

Menyusul kedatangan kapal itu, pihak berwenang Libanon pada Senin (6/6) menyerukan utusan AS Amos Hochstein untuk mengunjungi Beirut guna meluncurkan kembali negosiasi perbatasan maritim. Ketua parlemen Nabih Berri mengatakan Hochstein akan tiba dalam beberapa hari mendatang tetapi belum ada konfirmasi resmi dari Washington.

Pada Kamis, Presiden Michel Aoun mengatakan bahwa Libanon akan meminta Hochstein untuk melanjutkan upaya untuk meluncurkan kembali negosiasi tidak langsung dengan Israel. Libanon menginginkan kesepakatan yang akan memungkinkannya untuk, "Berinvestasi dalam sumber daya minyak dan gas lepas pantai dan menjaga keamanan dan stabilitas di daerah perbatasan," kata Aoun dalam pernyataan.

Baca juga: Israel Serang Posisi Hizbullah di Damaskus Selatan, Warga Terluka

Komentarnya muncul sehari setelah Israel menyatakan kembali pandangannya bahwa Karish, "Merupakan aset strategis negara Israel," dan menekankan siap mempertahankan wilayah tersebut. Libanon dan Israel terakhir berperang pada 2006 dan tidak memiliki hubungan diplomatik serta dipisahkan oleh perbatasan yang dijaga oleh PBB.

Mereka telah melanjutkan negosiasi perbatasan maritim mereka pada 2020 tetapi prosesnya terhenti oleh klaim Beirut bahwa peta yang digunakan oleh PBB dalam pembicaraan perlu dimodifikasi. Libanon awalnya menuntut 860 kilometer persegi wilayah di wilayah laut yang disengketakan tetapi kemudian meminta tambahan 1.430 kilometer persegi, termasuk bagian dari Karish. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Martin Sylvest / Ritzau Scanpix

Ratu Denmark Cabut Gelar Bangsawan Empat Cucunya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 05:38 WIB
Alasan pencabutan itu adalah agar empat cucu yang berasal dari putra bungsunya, Pangeran Joachim, bisa hidup secara...
AFP/Munir uz zaman

Aliran Listrik Di 80% Wilayah Bangladesh Padam

👤Widhoroso 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 01:08 WIB
LEBIH dari 80 persen wilayah di Bangladesh, termasuk ibukota Dhaka, mengalami listrik padam, pada Selasa...
AFP/JIJI PRESS

Jepang Balas Usir Diplomat Rusia

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 23:11 WIB
Dalam sebuah video yang diterbitkan oleh badan keamanan Rusia itu, Tatsunori mengaku...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya