Selasa 07 Juni 2022, 08:00 WIB

Kura-Kura Raksasa Galapagos Albino Lahir di Kebun Binatang Swiss

Basuki Eka Purnama | Internasional
Kura-Kura Raksasa Galapagos Albino Lahir di Kebun Binatang Swiss

AFP/Fabrice COFFRINI
Kura-kura raksasa Galapagos albino terlihat di telapak tangan penjaga kebun binatang di Swiss.

 

AKHIR pekan lalu, pengunjung di sebuah kebun binatang di Swiss bisa menyaksikan seekor kura-kura raksasa Galapagos albino yang langka. Kura-kura itu dilahirkan pada Mei lalu.

Bayi kura-kura itu langka karena kulitnya yang putih dan matanya yang merah. Kura-kura itu memiliki berat badan sekitar 50 gram dan cukup di satu telapak tangan.

Albinisme adalah kondisi genetik yang menyebabkan minim atau tidak adanya produksi pigmen melanin, yang menentukan warna kulit, rambut, dan mata. Pada binatang, kondisi ini biasanya dikuti hilangnya penglihatan dan pendengaran.

Baca juga: Tiga Singa dan Dua Puma di Kebun Binatang Afsel Positif Covid-19

Kondisi itu sebelumnya tidak pernah ditemukan di spesies kura-kura, yang kulit dan cangkangnya biasanya berwarna hitam, baik di penangkaran maupun di alam liar.

"Kami mendapatkan karunia dari Tuhan," ujar Philippe Morel, pemilik Kebun Binatang Tropiquarum di Desa Servion, Swiss.

Morel mengatakan menjadi daya tarik baru di kebun binatangnya dengan anak-anak sekolah terkagum-kagum melihat binatang itu dari balik kaca.

Serikat Internasional Konservasi Alam (IUCN) mengklasifikasikan kura-kura raksasa Galapagos, yang bisa berusia hingga 200 tahun, sebagai spesies yang terancam punah.

Saat ini, diperkirakan ada 23 ribu kura-kura yang masih hidup di Kepulauan Galapagos.

Morel mengatakan kura-kura albino kemungkinan hanya akan hidup selama beberapa pekan di alam liar namun dia berharap, di kebun binatangnya, kura-kura itu bisa berumur panjang.

"Sangat gila melihat dia mendaki. Dia lebih aktif dibandingkan yang lain," ungkap Morel.

Kelahiran kura-kura itu juga merupakan kejadian yang luar biasa karena kura-kura umumnya sulit bereproduksi karena ukurannya, bisa mencapai 200 kilogram.

Tingkat kesuksesan kelahiran spesies itu hanya sekitar 2%. (AFP/OL-1)
 

Baca Juga

AFP/Peter PARKS

Hong Kong dan Taiwan Cabut Kewajiban Karantina bagi Pendatang

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 September 2022, 22:45 WIB
Kewajiban tes PCR 48 jam sebelum penerbangan ke Hong Kong akan diganti dengan tes antigen cepat, demikian pernyataan pers Kepala Eksekutif...
AFP

Banjir Mengerikan di Pakistan Tanda Krisis Iklim Global

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 24 September 2022, 17:15 WIB
Hujan monsun yang belum pernah terjadi sebelumnya membanjiri sepertiga negara itu menewaskan hampir 1.600 orang dan menggusur lebih dari...
AFP

Protes Kematian Mahsa Amini di Iran Kembali Bergejolak

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 24 September 2022, 17:00 WIB
Iran telah memberlakukan pembatasan ketat pada penggunaan internet dalam upaya untuk menghambat pengunjuk rasa berkumpul dan menghentikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya