Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGOSIATOR Amerika Serikat di Iran memperingatkan pada Rabu (25/5) bahwa kemungkinan besar pembicaraan akan gagal untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir. Ia bersumpah tidak akan berhenti menekan jika Teheran berpegang teguh pada tuntutannya.
Rob Malley, yang memimpin lebih dari satu tahun pembicaraan tidak langsung dengan Iran di Wina, tetap mengatakan kepada anggota parlemen bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden masih mendukung perjanjian nuklir 2015 dan siap untuk mencabut sanksi jika mencapai kesepakatan. "Mulai hari ini kemungkinan negosiasi berhasil lebih rendah daripada kemungkinan kegagalan. Itu karena tuntutan Iran yang berlebihan dan tidak akan kami abaikan," kata Malley kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat.
Dia mengatakan Amerika Serikat akan menolak tuntutan yang melampaui cakupan JCPOA, nama resmi untuk Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (Joint Comprehensive Plan of Action). "Kami sepenuhnya siap untuk hidup dengan dan menghadapi kenyataan itu jika itu pilihan Iran," kata Malley.
Dia kemungkinan merujuk pada tuntutan negara para ulama itu untuk menghapus daftar hitam teroris elite Garda Revolusi. Tuntutan itu ditolak oleh Biden dan ditentang keras oleh banyak orang di Kongres.
Namun Malley menjelaskan bahwa Biden tidak mendukung aksi militer layaknya opsi yang dengan keras dipikirkan oleh Israel. Negara Yahudi itu dicurigai sebagai dalang pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir Iran.
Baca juga: Satu Orang Tewas dalam Kecelakaan Unit Penelitian Pertahanan Iran
"Semua opsi ada di atas meja," kata Malley, sambil menambahkan bahwa aksi militer hanya akan mementahkan kembali program nuklir Iran. Merujuk pada sejarah perang AS di Timur Tengah, Malley berkata, "Kami tahu itu mahal."
"Namun mari kita berhenti di sini. Satu-satunya solusi di sini yakni solusi diplomatik."
Malley, bagaimanapun, memperingatkan tekanan ekonomi yang lebih besar jika pembicaraan gagal. Amerika Serikat akan mendapat dukungan dari Eropa, tidak seperti di bawah mantan presiden Donald Trump.
Departemen Keuangan mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya memberlakukan sanksi pada jaringan yang didukung oleh Garda Revolusi dan pejabat Rusia yang mengirimkan minyak senilai ratusan juta dolar yang bertentangan dengan sanksi sepihak AS. JCPOA--ditengahi kelompok di bawah Presiden Barack Obama saat itu dengan restu dari kekuatan Eropa, Rusia, dan Tiongkok--menjanjikan bantuan ekonomi bagi Iran.
Malley mengatakan bahwa pendekatan Trump terbukti gagal. Ini karena Iran meningkatkan kinerja nuklir sejak penarikan AS.
Senator termasuk beberapa dari Partai Demokrat Biden menyuarakan kejengkelan. Menteri Luar Negeri Antony Blinken memperingatkan pada Januari bahwa hanya beberapa minggu tersisa sebelum Iran maju ke titik bahwa JCPOA tidak lagi menguntungkan. "Kami terus menunggu dan berharap tetapi harapan bukanlah strategi keamanan nasional," kata Senator Bob Menendez, ketua komite Partai Demokrat. Menendez mengatakan Iran telah meyakinkan dunia bahwa Amerika Serikat menginginkan JCPOA lebih dari yang diinginkan rezim Iran.
Baca juga: Israel Akui Berada di Balik Pembunuhan Kolonel Iran
Malley menjawab bahwa penilaian teknis tetap bahwa, "Manfaat nonproliferasi dari kesepakatan itu sepadan dengan keringanan sanksi yang akan kami berikan." Dia juga mengkritik keras terhadap tindakan tegas Iran terhadap protes baru-baru ini terhadap langkah-langkah penghematan.
"Saya tidak berpikir ini rezim kuat yang ingin menghindari sanksi," kata Malley. "Ini rezim di bawah tekanan dan itu karena salah urusnya sendiri dan sanksi kami." (AFP/OL-14)
SETELAH dua pekan ketegangan diplomatik yang dipicu retorika keras Presiden AS Donald Trump soal Greenland, situasi mulai mereda menyusul peran NATO yang mendorong dialog.
PIDATO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, memicu gelombang diskusi global. Ini fakta-faktanya.
Donald Trump kembali memicu polemik global dengan rencana negosiasi pengambilalihan Greenland. Mengapa pulau Arktik ini begitu penting bagi AS?
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PERDANA Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos bahwa Dewan Perdamaian Gaza menawarkan jalan keluar.
ANGKATAN Bersenjata Kanada membuat model untuk mempersiapkan kemungkinan invasi Amerika Serikat (AS) setelah Donald Trump mengatakan ingin mencaplok wilayahnya.
TIONGKOK menolak usulan Presiden Donald Trump untuk perundingan pengendalian senjata nuklir sebagai tidak masuk akal. Apa alasannya?
PERLOMBAAN nuklir baru dimulai. Kini AS harus bersiap menghadapi dua pesaing sekaligus di saat kehilangan keunggulan industri dan ekonominya.
Di Xinjiang barat jauh, citra satelit dan analisis ahli menunjukkan bahwa Tiongkok dengan cepat memperluas lokasi uji coba nuklir bersejarah.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik, di tengah meningkatnya serangan udara di Ukraina.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan siap mendukung kesepakatan Donald Trump dan Kim Jong Un terkait pembekuan produksi senjata nuklir Korea Utara.
Peimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serukan percepatan perluasan kemampuan senjata nuklir di negaranya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved