Selasa 10 Mei 2022, 09:25 WIB

AS Tekan Taliban Jika Lakukan Pembatasan terhadap Hak Perempuan

Nur Aivanni | Internasional
AS Tekan Taliban Jika Lakukan Pembatasan terhadap Hak Perempuan

Mohsen KARIMI / AFP
Perempuan Afghanistan dengan mengenakan burqa sedang berbelanja di sebuha pasar di Herat, Afghanistan, Sabtu (7/5).

 

AMERIKA Serikat (AS) akan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan tekanan pada pemerintah Taliban Afghanistan untuk membalikkan beberapa keputusan baru-baru ini yang membatasi hak-hak perempuan dan anak perempuan jika kelompok tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda untuk membatalkan tindakan tersebut.

"Kami telah membahasnya secara langsung dengan Taliban," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam briefing pada Senin (9/5).

"Kami memiliki sejumlah alat yang, jika kami merasa ini tidak akan dibalik, ini tidak akan dibatalkan, bahwa kami siap untuk bergerak maju," terangnya.

Namun, dia tidak merinci langkah-langkah yang mungkin atau bagaimana kelompok itu bisa berubah pikiran.

Baca juga: Raih Suara Terbanyak. Ferdinand Marcos Jr Tetap Tunggu Selesai Perhitungan

Pada Sabtu (7/5), Pemerintah Afghanistan di bawah kendarli Taliban memerintahkan perempuan untuk menutupi wajah mereka atau burqa di depan umum. Pemberlakukan wajib penggunaan burqa pernah dilakukan sebellumnya. 

Kewajiban penggunaan burqa pun memicu kemarahan dan protes baik di dalam maupun luar negeri.

Komunitas internasional telah menjadikan pendidikan anak perempuan sebagai tuntutan utama untuk pengakuan masa depan pemerintahan Taliban.

Kelompok tersebut telah mengambil alih Afghanistan pada Agustus lalu ketika pasukan asing menarik diri.

Taliban pun membatasi anak perempuan dan perempuan untuk bekerja dan membatasi perjalanan mereka kecuali ditemani oleh kerabat dekat laki-laki.

Sebagian besar anak perempuan juga dilarang pergi ke sekolah setelah kelas tujuh.

"Kami telah berkonsultasi dengan sekutu dan mitra kami," kata Price. "Ada langkah-langkah yang akan terus kami ambil untuk meningkatkan tekanan pada Taliban agar membatalkan beberapa keputusan ini, untuk memenuhi janji yang telah mereka buat," ucapnya. (Straits Times/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP

Serpihan Benteng Terakhir Ukraina di Mariupol Terkatung-Katung

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 18 Mei 2022, 11:40 WIB
Rusia mengatakan sebanyak 265 pejuang Ukraina telah menyerah dari benteng terakhir yang dikepung di pabrik baja...
AFP/Noel Celis

Pandemi Sebabkan Angka Pernikahan di AS Capai Titik Terendah Sejak 1963

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 18 Mei 2022, 11:00 WIB
Dengan banyak pasangan memutuskan menunda pernikahan mereka, angka pernikahan pada 2020 turun hampir 17% dibandingkan tahun...
AFP/Abir Sultan.

PM Israel Restui Ekspansi Permukiman Ilegal di Tepi Barat

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 09:39 WIB
Israel telah membangun lebih dari 130 permukiman yang saat ini menjadi rumah bagi hampir 500.000 pemukim. Hampir 3 juta orang Palestina...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya