Sabtu 07 Mei 2022, 10:11 WIB

Dewan Keamanan PBB Capai Konsensus untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina 

 Nur Aivanni | Internasional
Dewan Keamanan PBB Capai Konsensus untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina 

Kola Sulaimon / AFP
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan Dewan Keamanan PBB mencapai konsesus untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

 

DEWAN Keamanan PBB, Jumat (6/5), dengan suara bulat mengadopsi pernyataan pertamanya tentang Ukraina sejak Rusia menginvasinya pada Februari 2022.

Pernyataan tersebut mendukung upaya Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menemukan solusi damai untuk mengakhiri perang.

"Dewan Keamanan menyatakan keprihatinan mendalam mengenai pemeliharaan perdamaian dan keamanan Ukraina," kata teks yang diadopsi pada Jumat (6/5). Teks tersebut disusun oleh Norwegia dan Meksiko.

Saat ditanya apa yang menyebabkan Rusia, yang telah memblokir Dewan Keamanan sejak Februari 2022, untuk menyetujui teks terbaru itu, seorang diplomat mengatakan kepada AFP dengan syarat anonim bahwa semua hal yang baik telah hilang.

Baca juga: G7 dan Zelensky Akan Bahas Dukungan Barat dalam Perang Ukraina

Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara itu juga mengingatkan konstituennya bahwa semua negara anggota telah melakukan, di bawah Piagam PBB, kewajiban untuk menyelesaikan perselisihan internasional mereka dengan cara damai.

Deklarasi tersebut merupakan pertunjukan persatuan pertama dari Dewan Keamanan sejak awal perang di Ukraina.

"Hari ini, untuk pertama kalinya, Dewan Keamanan berbicara dengan satu suara untuk perdamaian di Ukraina," kata Guterres dalam sebuah pernyataan.

"Dunia harus bersatu untuk membungkam senjata dan menjunjung tinggi nilai-nilai Piagam PBB," tambahnya.

Guterres mengatakan dia akan terus berusaha untuk menyelamatkan nyawa, mengurangi penderitaan dan menemukan jalan perdamaian.

Duta Besar Meksiko untuk PBB, Juan Ramon de la Fuente, mengatakan deklarasi itu adalah langkah awal pertama, tetapi itu menunjuk ke arah yang benar.

Rekannya dari Norwegia, Mona Juul, mengatakan itu adalah keputusan bulat pertama yang dibuat oleh dewan setelah perang mengerikan tersebut dimulai di Ukraina.

"Kebutuhan dan penderitaan rakyat Ukraina membutuhkan upaya maksimal dari pihak PBB baik dari Dewan, dari Sekjen dan dari sistem PBB seperti itu," katanya.

Pada akhir Februari 2022, Rusia memveto resolusi yang mengutuk invasi dan meminta Moskow untuk memindahkan tentaranya kembali ke Rusia. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Yossi Zeliger.

Badan Keamanan Israel Ungkap Cara Agen Iran Pikat Warganya

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 21:03 WIB
Menurut Shin Bet, para agen Iran berusaha mengumpulkan informasi tentang orang Israel dan mungkin memikat mereka ke luar negeri dengan...
AFP.

Rabi Steven Burg: Normalisasi Hubungan Saudi-Israel cuma Masalah Waktu

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 20:50 WIB
Dia mengatakan bahwa menjadi Yahudi dan pro-Israel secara terbuka di kerajaan itu tidak menjadi masalah bagi kelompok...
AFP/Ronaldo Schemidt.

Kisah Ketakutan dan Kesedihan Warga Jenin Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 20:32 WIB
Seperti kebanyakan orang Palestina, Sammar menyalahkan tentara Israel atas kekerasan dengan mengatakan bahwa orang-orang Palestina hanyalah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya