Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan organisasi dunia itu berada di ambang krisis keuangan serius. PBB terancam kehabisan dana operasional paling cepat pada Juli mendatang.
Peringatan tersebut disampaikan Guterres pada akhir pekan kemarin, seiring seruannya kepada negara-negara anggota agar segera melunasi kewajiban iuran mereka.
PBB menutup 2025 dengan tunggakan kontribusi mencapai US$1,6 miliar (Rp26 triliun).
Masalah keuangan PBB telah berlangsung kronis akibat sejumlah negara anggota tidak membayar kontribusi wajib secara penuh, sementara sebagian lainnya menunda pembayaran.
Kondisi itu memaksa PBB memberlakukan pembekuan perekrutan serta melakukan pemangkasan anggaran di berbagai sektor.
“Entah semua negara anggota memenuhi kewajiban mereka untuk membayar secara penuh dan tepat waktu atau negara anggota harus secara mendasar merombak aturan keuangan kami untuk mencegah keruntuhan keuangan yang sudah di depan mata,” kata Guterres.
Situasi keuangan PBB kian tertekan setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam beberapa bulan terakhir memangkas pendanaan untuk sejumlah badan PBB, serta menolak atau menunda pembayaran sebagian kontribusi wajib.
Trump juga kerap mempertanyakan relevansi PBB dan mengkritik prioritas kebijakan organisasi tersebut.
Di sisi lain, badan pengambil keputusan tertinggi PBB, Dewan Keamanan, dinilai mengalami kebuntuan akibat ketegangan antara AS, Rusia, dan Tiongkok selaku tiga anggota tetap yang memiliki hak veto.
Trump bahkan meluncurkan inisiatif bertajuk Board of Peace yang oleh para pengkritik disebut berpotensi menjadi tandingan PBB.
“Lintasan saat ini tidak dapat dipertahankan. Kondisi ini membuat organisasi berada dalam risiko keuangan struktural,” tulis Guterres.
PBB juga menghadapi persoalan tambahan, yakni kewajiban mengembalikan dana yang tidak terpakai kepada negara anggota.
Tanpa perbaikan signifikan dalam pengumpulan dana, PBB tidak akan mampu menjalankan sepenuhnya anggaran program 2026 yang telah disetujui pada Desember lalu.
“Realitas praktisnya sangat jelas. Kecuali jika penerimaan dana meningkat drastis, kami tidak dapat mengeksekusi anggaran tersebut. Lebih buruk lagi, berdasarkan tren historis, kas anggaran reguler bisa habis pada Juli,” kata Guterres. (AFP/Z-1)
Perwakilan Iran di PBB tegaskan AS pikat tanggung jawab penuh atas agresi militer. Semua pangkalan musuh di kawasan jadi target sah respons defensif.
Menlu Sugiono bertemu Sekjen PBB António Guterres di New York, bahas Palestina, Board of Peace, dan partisipasi Presiden Prabowo Subianto.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Pasukan Israel mulai merobohkan markas besar UNRWA di Yerusalem Timur. PBB menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pobee menyampaikan kembali keprihatinan mendalam Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres atas laporan penggunaan kekuatan berlebihan di Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved