Minggu 01 Mei 2022, 12:13 WIB

Guru Besar UI Apresiasi Diplomasi Luar Negeri Indonesia

mediaindonesia.com | Internasional
Guru Besar UI Apresiasi Diplomasi Luar Negeri Indonesia

MI/Bayu Anggoro
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana

 

GURU Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengapresiasi sikap tegas Presiden Joko Widodo terkait krisis dua negera yang sedang bertikai, Rusia-Ukraina.

Sikap tersebut disampaikan Kepala Negara melalui akun Youtube kantor Sekretariat Presiden, Sabtu (29/4). Pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan sejumlah informasi penting terkait penyelenggaraan kegiatan G20 di tengah berkecamuknya ketegangan dunia sebagai akibat perang kedua negara. 

“Harapan Presiden yang mengimbau agar perbedaan antarnegara bisa diselesaikan secara damai selaras dengan amanat yang termaktub dalam Pasal 2 ayat 3 Piagam PBB,” kata Hikmahanto, saat dihubungi, Sabtu (30/4/) malam.

Baca juga: Presiden Jokowi Ingin Mempersatukan G20

Apresiasi selanjutnya patut diberikan kepada Presiden Jokowi, yang menolak dengan tegas permintaan bantuan berupa senjata dari Presiden Zelensky. Presiden dengan tepat melakukan penolakan permintaan atas dasar konstitusi dan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif. 

Preambul UUD 1945 menyebutkan salah satu alasan dibentuknya pemerintah adalah untuk ikut dalam ketertiban dunia. Sikap Indonesia untuk tidak membantu dalam hal persenjataan dianggap Hikmahanto langkah yang tepat.

Bantuan-bantuan seperti itu dikatakannya justru memperburuk situasi, bahkan perang justru bereskalasi.  Saat ini dikhawatirkan perang telah bergeser tidak lagi antara Rusia dengan Ukraina, melainkan meluas jauh. 

“Sayangnya, Ukraina hanya dijadikan medan perang tanpa memperhatikan sisi kemanusiaan rakyat Ukraina,” ucapnya.

Namun begitu, langkah Presiden Jokowi yang mengundang Presiden Zelensky ke pertemuan KTT G20, juga patut diapresiasi. 

Sebagai Presiden G20, Indonesia memiliki diskresi untuk mengundang siapa pun yang dianggap penting bagi pertemuan KTT G20. Tahun kemarin, Italia mengundang Singapura, yang bukan anggota G20, untuk hadir. 

“Bagi Indonesia, kehadiran dari kepala pemerintahan dan kepala negara dalam KTT sangat penting karena pada forum tersebut akan diambil keputusan yang akan mempengaruhi perekonomian dunia dan lingkungan hidup,” pungkasnya. (RO/OL-1)

Baca Juga

AFP/Louai Beshara.

Hizbullah Kalah, Kaum Reformis Naik dalam Pemilu Libanon

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:42 WIB
Salah satu kemenangan paling menonjol yang diraih oleh orang-orang independen ialah pemilihan Elias Jradeh dan Firas Hamdan di Libanon...
NICOLAS ASFOURI / AFP

Tiongkok tak akan Longgarkan Protokol Kesehatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:40 WIB
Otoritas Tiongkok akan mempercepat riset vaksin khusus Omikron dan memperluas jangkauan vaksinasi penguat pada kalangan orang tua...
AFP/Abbas Momani.

Puluhan Terluka dalam Bentrokan saat Pemakaman Warga Palestina di Jerusalem

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 22:02 WIB
Jenazah Sharif dibawa oleh para pelayat melintasi kompleks Al-Aqsa dan dibawa melalui Gerbang Herodes Kota Tua, sebelum dimakamkan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya