Jumat 22 April 2022, 10:55 WIB

Kesepakatan Nuklir, Iran Tetap Tuntut Hukuman atas Pembunuhan Soleimani

Mediaindonesia.com | Internasional
Kesepakatan Nuklir, Iran Tetap Tuntut Hukuman atas Pembunuhan Soleimani

AFP/Anwar Amro.
Seorang wanita memegang ilustrasi potret Qasem Soleimani, komandan puncak dari Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC), yang dibunuh AS.

 

PARA Penjaga Revolusioner (Revolutionary Guards) Iran mengatakan pada Kamis (21/4) mereka tidak akan berhenti menuntut balas atas seorang jenderal top mereka yang terbunuh dalam serangan AS. Ini menjadi salah satu syarat untuk mengakhiri sanksi. Ini titik perdebatan dalam pembicaraan nuklir.

Iran telah terlibat selama satu tahun dalam negosiasi dengan Prancis, Jerman, Inggris, Rusia, dan Tiongkok secara langsung, dan Amerika Serikat secara tidak langsung, untuk menghidupkan kembali kesepakatan 2015, yang dikenal sebagai rencana aksi komprehensif bersama (JCPOA). Jenderal Qasem Soleimani, yang memimpin Angkatan Quds, lengan operasi Penjaga Revolusioner di luar negeri, tewas dalam serangan drone AS di ibu kota Irak Baghdad pada Januari 2020.

"Musuh meminta kami beberapa kali untuk melupakan pembalasan darah Qasem Soleimani agar mengangkat beberapa sanksi, tetapi ini fantasi," kata Kepala AL Guards Laksamana Alireza Tangsiri, dikutip oleh situs web berita Guards. Guards merupakan pasukan ideologis militer Iran.

Mantan Presiden AS Donald Trump memerintahkan Soleimani dibunuh. Iran menanggapi pembunuhannya dengan menembakkan rudal beberapa hari kemudian di pangkalan Irak yang menampung tentara AS sehingga menyebabkan cedera.

Baca juga: Kepala Pasukan Quds IRGC Iran Bicara Hizbullah dan Houthi

Pada 2018, dua tahun sebelum pembunuhan Soleimani, AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir dan mengenakan sanksi kepada Iran. Ini mendorong Teheran mundur dari komitmennya.

Di antara poin perdebatan yang tersisa yaitu permintaan Teheran untuk menghapus Penjaga Revolusioner dari daftar teror AS. Sanksi itu dikenakan oleh Trump setelah ia menarik diri dari perjanjian nuklir. Sayap kanan politisi AS dan Israel memperingatkan Washington terhadap pencabutan sanksi kepada Guards. 

Iran pekan ini mengatakan bahwa masalah teknis dalam negosiasi untuk memulihkan perjanjian nuklir telah diselesaikan. Namun masalah politik masih bertahan.

Baca juga: Tuding Agresi Zionis, Iran Janjikan Bantuan Baru untuk Palestina

"Kami berulang kali menekankan (ke Washington) bahwa Iran tidak mau meninggalkan garis merahnya," kata Menteri Luar Negeri Iran Amir-Abdollahian, Kamis, tanpa memberikan perincian lebih lanjut. Pada Senin, juru bicara kementerian luar negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan, "Para pelaku, pejabat, kaki tangan, dan penasihat dalam kematian Soleimani tidak akan dihukum, tetapi orang-orang ini harus dibawa ke pengadilan." (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Martin Sylvest / Ritzau Scanpix

Ratu Denmark Cabut Gelar Bangsawan Empat Cucunya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 05:38 WIB
Alasan pencabutan itu adalah agar empat cucu yang berasal dari putra bungsunya, Pangeran Joachim, bisa hidup secara...
AFP/Munir uz zaman

Aliran Listrik Di 80% Wilayah Bangladesh Padam

👤Widhoroso 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 01:08 WIB
LEBIH dari 80 persen wilayah di Bangladesh, termasuk ibukota Dhaka, mengalami listrik padam, pada Selasa...
AFP/JIJI PRESS

Jepang Balas Usir Diplomat Rusia

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 23:11 WIB
Dalam sebuah video yang diterbitkan oleh badan keamanan Rusia itu, Tatsunori mengaku...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya