Selasa 12 April 2022, 14:03 WIB

Setiap Orang Dapat Raih Laba dari Netralisasi Karbon

Mediaindonesia.com | Internasional
Setiap Orang Dapat Raih Laba dari Netralisasi Karbon

AFP/Greg Baker.
Asap menyembur dari pembangkit listrik berbahan bakar batu bara di dekat Datong, Provinsi Shanxi, utara Tiongkok.

 

BELUM lama ini, netralisasi karbon menjadi istilah baru yang kian melambung. Carbon neutrality dan carbon peak terdaftar sebagai salah satu tugas utama pada 2022. Dilansir dari ScienceDirect, para pemimpin negara juga telah melakukan upaya untuk mencapai puncak emisi karbon pada 2030 dan mencapai netralisasi karbon pada 2060.

Netralisasi karbon tidak hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga dapat ditukar dengan uang sungguhan. Pada 2020, Tesla memperoleh pendapatan operasional US$1,58 miliar dengan menjual kredit karbon, lebih dari dua kali laba bersih tahunannya. Dapat dikatakan bahwa Tesla lebih menguntungkan dengan menjual kredit karbon daripada dengan menjual mobil.

Amerika Serikat dengan 11 negara bagiannya mengharuskan pembuat mobil untuk menjual persentase tertentu dari kendaraan tanpa emisi pada 2025. Jika tidak cukup, mereka harus membeli kredit emisi karbon untuk menutupi kekurangan dan menghindari denda besar. Inilah yang menjadikan Tesla sebagai penjual kredit karbon.

Tesla tidak mengungkapkan nama perusahaan yang membeli emisi karbonnya dalam laporan keuangan. Namun pada 2019, dilansir dari Bloomberg, perusahaan mobil Amerika General Motors dan perusahaan mobil Eropa Fiat Chrysler mengatakan bahwa mereka membeli emisi karbon mereka dari Tesla di Amerika Serikat. Fiat Chrysler membayar sejumlah 1,8 miliar euro secara global untuk membeli kredit karbon.

Raksasa teknologi umumnya aktif dalam inisiatif netralisasi karbon. Pendiri Microsoft Bill Gates ialah salah satunya. Dia mengambil banyak penerbangan pribadi setiap tahun dan jet pribadi tidak diragukan lagi merupakan salah satu penyebab utama emisi karbon. Tentu saja, Gates tidak serta-merta berhenti menggunakan jet pribadi dan mengubahnya menjadi penerbangan biasa. Namun dia secara langsung menghabiskan US$7 juta setahun untuk mengimbangi jejak karbon dari jet pribadinya, yaitu membeli tunjangan untuk kelebihan emisi karbonnya.

 
Gates juga telah berinvestasi di banyak proyek netralisasi karbon, terutama teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) atau disebut juga penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon. Ini merupakan cara tidak langsung untuk mengurangi karbon.

Raksasa teknologi lain, Apple, juga mencoba melakukan inisiatif pengurangan emisi karbon. Pada konferensi musim gugur 2020, Apple mengumumkan pembatalan headphone dan colokan yang disertakan dengan iPhone yang akan mengurangi emisi karbon sebesar 2 juta ton per tahun dalam produksi dan logistiknya.

Serupa dengan Apple, salah satu raksasa teknologi Tiongkok, Tencent, mengadopsi dua pendekatan paralel. Salah satunya mencapai konservasi energi dan pengurangan emisi dalam hal konsumsi energi, seperti pusat data, server, dan gedung perkantoran. Kedua, menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi karbon di berbagai industri melalui perusahaan ekologi besar Tencent. Misalnya, untuk pusat data dengan konsumsi daya yang besar, dapat ditempatkan di area dengan energi hijau yang melimpah seperti tenaga angin, tenaga air, dan fotovoltaik serta mengadopsi pendinginan yang lebih efisien, struktur catu daya (power supply), dan distribusi untuk mengurangi emisi karbon.

Karena semakin banyak negara dan kawasan yang berjanji untuk mencapai netralisasi karbon pada 2060, pasar karbon global secara aktif berkembang. Saat ini, ada 21 sistem perdagangan emisi karbon yang beroperasi di seluruh dunia. Pasar perdagangan karbon global diperdagangkan setiap tahun, skalanya melebihi US$60 miliar.

Pada tahun ini, semakin banyak orang mulai berpartisipasi dalam netralisasi karbon, salah satunya dengan menggunakan KRBN-World, platform marketplace asal Amerika Serikat. Di sini orang-orang bisa mengontrak hutan lebat, membuat indikator netralisasi karbon, dan menjual indikator netralisasi karbon untuk menghasilkan uang.

 
Sejak pendirian KRBN-World oleh Big Green pada 2021 untuk promosi online, hampir 10 juta orang di seluruh dunia telah menggunakannya dan berkontribusi pada perlindungan lingkungan bumi sekaligus menghasilkan banyak uang. "Netralisasi karbon seharusnya tidak cuma menjadi urusan business-to-business, tetapi sesuatu yang harus diikuti oleh semua orang dari setiap kalangan. Hanya dengan cara ini bumi kita dapat kembali ke ekologi hijau. Semua orang harus berpartisipasi dalam penyebab netralisasi karbon dan berkontribusi dalam melindungi rumah kita yang indah," ujar Kimbal Musk selaku CEO KRBN-World.

Bila warga masyarakat tertarik untuk turut berkontribusi melindungi lingkungan dengan mencegah pemanasan global melalui netralisasi karbon sekaligus menghasilkan uang darinya serta ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait perdagangan kredit karbon dapat mengunjungi situs web resmi KRBN-World https://id.green51.net/. (RO/OL-14)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Gubernur Bali Tanggapi Komentar Senator Australia Terkait Kotoran Sapi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 07:38 WIB
Koster pun menduga Hanson tidak pernah datang ke Bali dan melihat langsung penanganan penyakit PMK di Pulau...
Pinterest.com

Penguncian Wilayah, 80 Ribu Lebih Turis Terjebak di Tiongkok

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 06:59 WIB
Lebih dari 80.000 turis terjebak di Sanya, sebuah kota resor pesisir di Provinsi Hainan, Tiongkok akibat penguncian wilayah...
AFP/Mahmud HAMS

Dewan Keamanan PBB Bahas Konflik di Gaza

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 05:57 WIB
Gencatan senjata yang dimotori oleh Mesir berhasil menghentikan aksi saling serang yang telah menewaskan 44 orang, termasuk 15 anak-anak,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya