Rabu 16 Maret 2022, 15:25 WIB

PBB: Yaman Alami Kelaparan

Cahya Mulyana | Internasional
PBB: Yaman Alami Kelaparan

AFP/ KHALED ZIAD
Warga Yaman mendapatkan bantuan makanan

 

TIGA dari empat warga Yaman menggantungkan hidup dari uluran tangan negara donor. Data itu diungkap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjelang konferensi janji tingkat tinggi yang bertujuan untuk mengumpulkan dana bagi negara yang dilanda perang itu.

PBB menyatakan butuh 4,3 miliar dolar Amerika untuk mengatasi krisis pangan di Yaman. Itu dapat memenuhi kebutuhan pokok bagi 19 juta rakyat Yaman yang kelaparan.

“Sampai sekarang, ketersediaan pendanaan sedang menipis sehingga lembaga-lembaga independen di Yaman terpaksa mogok,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Martin Griffiths.

Ia mengajak kepada dunia untuk kembali mengulurkan bantuan guna menekan angka kelaparan di Yaman.

“Kita perlu mengirim pesan ke Yaman bahwa kita tidak melupakan mereka,” imbuhnya.

Baca juga: Kematian Warga Sipil Yaman Berlipat Ganda setelah Pemantau PBB Dihapus

Kelaparan rakyat Yaman merupakan dampak dari konflik horizontal yang berkepanjangan. Kondisi mengenaskan ini sudah berlangsung selama tujuh tahun.

Pertempuran terus terjadi antara pemberontak Houthi melawan pemerintah Yaman. Koalisi yang dipimpin Saudi mendukung pemerintah Yaman, dan telah memimpin perlawanan terhadap Houthi sejak Maret 2015.

Pada awal tahun, Lembaga Pangan Dunia (WFP) PBB terpaksa mengurangi jatah makanan untuk delapan juta orang karena kekurangan dana. Akibat kekurangan donatur, menambah banyak yang kelaparan di Yaman.

Griffiths, mantan utusan khusus PBB untuk Yaman, mengatakan situasi kemanusiaan yang mengerikan di Yaman mungkin menjadi lebih buruk. Pasalnya impor gandum dari Ukraina, yang memasok sekitar 40% biji-bijian Yaman berpotensi terhenti.

“Ukraina adalah lumbung pangan bagi banyak negara dan perlu tetap demikian,” kata Griffiths.

Sementara itu Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Organisasi Pendanaan untuk Anak-anak (UNICEF) PBB memperingatkan sekitar 19 juta orang diproyeksikan membutuhkan bantuan pangan dari sebelumnya 17,4 juta orang. Dari jumlah tersebut, 7,3 juta orang berstatus darurat kelaparan.

Angka itu di luar malnutrisi akut yang dialami anak-anak di bawah usia lima tahun. Sebanyak 2,2 juta anak mengalami malnutrisi akut, termasuk lebih dari setengah juta anak menghadapi malnutrisi akut parah.

Selain itu, sekitar 1,3 juta ibu hamil dan menyusui mengalami kekurangan gizi akut. Angka itu ditambah ibu hamil dan menyusui kelaparan diproyeksikan meningkat lima kali lipat dari 31.000 menjadi 161.000 orang di tahun ini.

“Perdamaian di Yaman diperlukan untuk menurunkan semua angka tersebut,” kata Koordinator Kemanusiaan dan Kediaman PBB untuk Yaman David Gressly. (Alzajeera/OL-5)

Baca Juga

Antara

RI Siap Ajak Myanmar dalam Forum ASEAN

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 29 Januari 2023, 16:56 WIB
Indonesia akan menggunakan posisi Keketuaan ASEAN untuk membantu Myanmar menyelesaikan ketidakpastian politik dan keluar dari krisis...
GP Canal / AFP

Bus Masuk Jurang di Peru Tewaskan 24 Penumpang

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 29 Januari 2023, 16:49 WIB
Sebuah bus yang membawa 60 penumpang, termasuk warga Haiti yang tidak diketahui jumlahnya, jatuh dari tebing di barat laut...
Michal Cizek / AFP

Eks Jenderal NATO Terpilih Jadi Presiden Ceko

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 29 Januari 2023, 16:40 WIB
Purnawirawan jenderal NATO Petr Pavel mengalahkan miliarder yang juga mantan PM Andrej Babis dalam pemilihan putaran kedua untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya