Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat telah mengusir diplomat nomor dua Rusia di Washington sebagai tindakan balasan setelah pengusiran yang dilakukan Moskow kepada seorang utusan senior AS.
Sergey Trepelkov, pejabat tertinggi kedua di kedutaan Rusia, diberitahu pada Rabu bahwa dia harus pergi, setelah Moskow memerintahkan wakil kepala misi AS di Rusia, Bart Gorman, untuk pergi awal bulan ini.
Pejabat Departemen Luar Negeri menekankan pengusiran itu tidak terkait dengan invasi Rusia ke Ukraina.
Baca juga: Rusia Usir Tiga Diplomat Eropa karena Protes Navalny
Dikatakan Kremlin, pengusiran Gorman yang diumumkan minggu lalu, sebagai tanggapan atas tindakan AS sebelumnya terhadap diplomat Rusia di Amerika Serikat.
"Pengusiran massal diplomat dan 'perang visa' yang berkembang bukanlah pilihan kami," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.
Washington mempertahankan kebijakan untuk tidak mengizinkan diplomat Rusia tinggal di Amerika Serikat selama lebih dari tiga tahun, menurut pejabat Departemen Luar Negeri.(AFP/OL-5)
Amerika Serikat berkomitmen membangun pangkalan permanen di kutub selatan Bulan dengan investasi sebesar US$20 miliar (sekitar Rp338 triliun) selama tujuh tahun ke depan.
RENCANA pengendalian bersama Selat Hormuz oleh Amerika Serikat dan Iran menjadi dinamika baru yang berpotensi mengubah peta kekuatan di Timur Tengah, di tengah konflik
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
Pemerintah Iran membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait adanya pembicaraan penghentian perang.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf membantah adanya pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
Presiden Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan segera dibuka di bawah pengawasan AS dan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved