Senin 21 Februari 2022, 12:47 WIB

Australia Ingin Penyelidikan Penuh atas Insiden Laser Tiongkok

Nur Aivanni | Internasional
Australia Ingin Penyelidikan Penuh atas Insiden Laser Tiongkok

Foto/Australian Air Force handout via AFP
Kapal Angkatan Laut Tiongkok Yuzhao berada di Selat Torres wilayah utara Australia.

 

PERDANA Menteri  (PM) Australia Scott Morrison mengatakan sebuah kapal Angkatan Laut Tiongkok yang mengarahkan laser ke pesawat pertahanan Australia berpotensi terlihat dari daratan Australia. Canberra pun menuntut penyelidikan penuh oleh Beijing.

Pada Senin (21/2) di radio, Morrison mengatakan bahwa pemerintahnya belum menerima penjelasan dari Tiongkok atas insiden pada Kamis lalu, yang dianggap oleh Canberra sebagai tindakan berbahaya dan sembrono.

Sebuah kapal Angkatan Laut Tiongkok di dalam zona ekonomi eksklusif Australia mengarahkan laser ke sebuah pesawat militer Australia yang terbang di atas pendekatan utara Australia, menerangi pesawat dan berpotensi membahayakan nyawa, menurut pertahanan Australia, pada Sabtu.

P-8A Poseidon - sebuah pesawat patroli maritim - mendeteksi laser yang berasal dari kapal Tentara Pembebasan Rakyat - Angkatan Laut (PLA-N), kata Departemen Pertahanan, yang merilis foto dua kapal Tiongkok yang berlayar di dekat pantai utara Australia.

Sebuah kapal perusak rudal Tiongkok dan sebuah dermaga transportasi amfibi sedang berlayar ke timur melalui Laut Arafura antara New Guinea dan Australia pada saat kejadian, dan kemudian melewati Selat Torres yang sempit.

Baca juga: AS Sebut Rusia Bisa Serang Beberapa Kota di Ukraina

"Mungkin orang bahkan bisa melihat kapal dari daratan kami," kata Morrison kepada wartawan di Tasmania, pada Senin.

Australia, katanya di radio lokal, telah menyerukan melalui saluran diplomatik dan pertahanan untuk penyelidikan penuh atas peristiwa tersebut.

Kedutaan Tiongkok di Canberra tidak menanggapi permintaan komentar. Beijing pun belum berkomentar secara terbuka tentang insiden itu. (Straits Times/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Peter PARKS

Hong Kong dan Taiwan Cabut Kewajiban Karantina bagi Pendatang

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 September 2022, 22:45 WIB
Kewajiban tes PCR 48 jam sebelum penerbangan ke Hong Kong akan diganti dengan tes antigen cepat, demikian pernyataan pers Kepala Eksekutif...
AFP

Banjir Mengerikan di Pakistan Tanda Krisis Iklim Global

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 24 September 2022, 17:15 WIB
Hujan monsun yang belum pernah terjadi sebelumnya membanjiri sepertiga negara itu menewaskan hampir 1.600 orang dan menggusur lebih dari...
AFP

Protes Kematian Mahsa Amini di Iran Kembali Bergejolak

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 24 September 2022, 17:00 WIB
Iran telah memberlakukan pembatasan ketat pada penggunaan internet dalam upaya untuk menghambat pengunjuk rasa berkumpul dan menghentikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya