Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH unit infanteri mekanis Rusia kembali ke pangkalan mereka di wilayah Dagestan dan Chechnya usai menyelesaikan latihan militer di Krimea, demikian Kantor Berita Intefax yang mengutip Kementerian Pertahanan Rusia, Jumat.
Pekan lalu Rusia mengatakan bahwa mereka mulai memulangkan sejumlah tentara dari beberapa daerah yang berdekatan dengan Ukraina.
Akan tetapi, Kiev dan Negara Barat memperdebatkan itu, menyebutkan bahwa sejumlah unit dan peralatan tampaknya digantikan oleh yang lain.
Baca juga: PM Belanda Minta Maaf ke Indonesia atas Kekerasan Saat Perang 1945-49
Secara terpisah, Interfax mengutip Kemenhan yang mengatakan bahwa sebuah kereta yang memuat tank dari distrik militer Negara Barat berangkat dari lokasi yang dirahasiakan untuk mengembalikan pasukan ke pangkalan mereka di Provinsi Nizhny Novgorod.
Dalam pernyataan lainnya yang dikutip Kantor Berita TASS, Kemenhan menuliskan sekitar 30 truk yang mengangkut pasukan dan peralatan dari distrik militer yang sama meninggalkan tempat latihan di salah satu lokasi yang tak diungkapkan dan kembali ke pangkalan mereka. (Ant/OL-4)
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved