Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN akan menjadi salah satu pengekspor senjata terbesar di dunia jika sanksi AS dicabut. Ini dikatakan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Bagheri dalam sebuah upacara pada hari Senin, menurut Klub Jurnalis Muda Iran, sebagaimana dilansir The Jerusalem Post.
"Di bidang kemandirian, kepercayaan diri, dan swasembada, kami lebih dari swasembada dalam persenjataan dan peralatan, merancang strategi dan kebijakan, rencana dan taktik operasional, dan yang harus kami lakukan dalam pertahanan dan keamanan negara," kata Bagheri.
Bagheri menekankan bahwa Iran memang perlu mengimpor peralatan dari negara lain. "Jika sanksi pidana AS dicabut, kami akan menjadi salah satu pengekspor senjata terbesar di dunia," ujarnya.
Baca juga: OKI Sambut Putusan Uni Afrika Tangguhkan Israel sebagai Pengamat
Pada 2020, Menteri Pertahanan Iran saat itu Amir Hatami menyatakan bahwa Iran melanjutkan kerja sama senjata dengan beberapa negara bahkan ketika sanksi dijatuhkan terhadap perdagangan senjata dengan Iran. "Republik Islam Iran telah mencapai posisi yang baik di bidang ekspor senjata ke beberapa negara selama periode ini dan kesepakatan telah dibuat di bidang ini," kata Hatami saat itu.
Embargo senjata PBB terhadap Iran berakhir pada 2020, meskipun sanksi AS terhadap penjualan senjata masih berlaku. Setelah embargo berakhir, Hatami mengklaim bahwa ekspor senjata Iran akan melebihi pembeliannya.
Iran diketahui menyelundupkan senjata ke proksinya di Irak, Yaman, Suriah, dan Libanon. Tidak jelas ini bentuk ekspor yang dirujuk oleh pejabat Iran itu.
Baca juga: Israel Desak Kolaborasi Negara-Negara Teluk Lawan Ancaman Iran
Ekspor senjata Israel mewakili 3% dari ekspor senjata global antara 2016 dan 2020, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI). Pada 2018-2019, Israel menduduki peringkat ke-9 dalam daftar pengekspor senjata teratas SIPRI. (OL-14)
Israel meningkatkan intensitas serangan udara ke wilayah Libanon pada Jumat waktu setempat, termasuk rangkaian serangan besar di distrik Baalbek.
Tiga personel pasukan perdamaian PBB terluka setelah markas mereka di Libanon selatan dihantam serangan yang diduga dilancarkan Israel.
Kementerian Kesehatan Libanon mengatakan serangan Israel di negara itu sejak Senin telah menewaskan total 217 orang, yang sebagian besar adalah warga sipil.
Jika dipadukan dengan serangan terhadap bangunan tempat tinggal, Israel menambah kesengsaraan dan penderitaan pada penduduk sipil yang sudah lelah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menuduh AS dan Israel melakukan serangan yang menargetkan sebuah sekolah dasar di Lapangan Niloufar, Teheran.
Rakyat Libanon dapat mengandalkan dukungan penuh dan bantuan kemanusiaan kami untuk ribuan pengungsi.
PM Spanyol Pedro Sanchez tegaskan tidak akan terlibat serangan ke Iran dan melarang penggunaan pangkalan militer oleh AS meski diancam embargo perdagangan oleh Trump.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth selidiki serangan udara di Sekolah Shajareh Tayyebeh, Iran yang tewaskan 168 siswi. Iran tuduh AS-Israel sebagai pelaku.
Pejabat Iran klaim Mossad dalangi serangan drone ke kilang minyak Ras Tanura Saudi untuk memicu perang regional. Simak rincian tuduhan Teheran di sini.
Mojtaba Khamenei dilaporkan menjadi calon terkuat Pemimpin Tertinggi Iran setelah Ali Khamenei gugur. Simak profil dan risiko serangan AS-Israel terhadapnya.
Iran resmi menutup Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang setiap kapal yang melintas. Simak dampak penutupan jalur minyak dunia ini terhadap harga global.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bersumpah balas serangan AS danĀ Israel ke fasilitas sipil. Korban tewas lampaui 700 orang pasca gugurnya Ali Khamenei. Cek selengkapnya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved