SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin mengutuk kekerasan lanjutan yang menargetkan pengunjuk rasa di Sudan.
Dia juga meminta pasukan keamanan Sudan untuk menahan diri sepenuhnya dan mematuhi kewajiban mereka sehubungan dengan hak atas kebebasan berkumpul dan berekspresi.
Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa Guterres juga telah memperhatikan pengunduran diri Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok, dan menyesalkan bahwa pemahaman politik di masa depan tidak ada meskipun situasi genting di Sudan.
"Sekjen mendorong semua pemangku kepentingan untuk terus terlibat dalam dialog yang bermakna untuk mencapai solusi yang inklusif, damai dan abadi. Aspirasi Sudan untuk transisi yang mengarah ke dispensasi demokrasi sangat penting. PBB tetap siap mendukung upaya ini," kata pernyataan itu. (Xinhua/Nur/OL-09)