Selasa 23 November 2021, 12:58 WIB

Diplomat Uni Eropa Tolak Kebijakan Permukiman Yahudi di Tepi Barat

Nur Aivanni | Internasional
Diplomat Uni Eropa Tolak Kebijakan Permukiman Yahudi di Tepi Barat

MOSAB SHAWER / AFP
Perwakilan UE di Palestina, Sven Kuhn von Burgsdorff (tengah) berdialog dengan warga Palestina saat kunjungi Dura, Kota Hebron, Tepi Barat

 

KEPALA misi dan perwakilan dari Uni Eropa (UE) dan negara-negara yang berpikiran sama pada Senin (22/11) menegaskan penentangan yang kuat terhadap perluasan permukiman Israel di Tepi Barat.

Para diplomat mengunjungi beberapa daerah di Tepi Barat dan di dekat Yerusalem Timur, menyusul pengumuman baru-baru ini oleh pemerintah Israel untuk memajukan rencana permukiman besar bagi warga Yahudi di daerah tersebut, menurut sebuah laporan oleh kantor berita resmi Palestina WAFA.

"Kunjungan itu diselenggarakan oleh LSM Israel Ir Amim, yang memberi penjelasan kepada para diplomat tentang konsekuensi yang sangat mengkhawatirkan dari rencana pemukiman untuk Givat Hamatos, Har Homa, E1 dan Qalandia/Atarot," kata laporan itu.

Selama kunjungan tersebut, para diplomat Uni Eropa mengatakan bahwa permukiman itu ilegal menurut hukum internasional dan secara signifikan merusak upaya yang sedang berlangsung untuk membangun kembali kepercayaan antara Israel dan Palestina.

Negara-negara anggota Uni Eropa tidak akan mengakui perubahan apa pun pada perbatasan pra-1967, termasuk yang berkaitan dengan Yerusalem, selain yang disepakati oleh para pihak.

Juga pada Senin (22/11), Kantor Perwakilan Uni Eropa untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza menerbitkan siaran pers, yang mengutip Perwakilan Uni Eropa di Palestina, Sven Kuhn von Burgsdorff.

Sven Kuhn von Burgsdorff mengatakan,"Persetujuan baru-baru ini dari ribuan unit rumah untuk pemukim Israel bertujuan untuk memutuskan hubungan orang-orang Palestina dari kota mereka dan mengubah identitas Yerusalem Timur".

Permukiman Israel, kata Burgsdorff, jelas melanggar hukum internasional dan merupakan hambatan besar bagi perdamaian yang adil, terakhir dan komprehensif antara Israel dan Palestina.

Pada Oktober 2021, Dewan Perencanaan Tinggi Israel menyetujui rencana untuk membangun 2.860 unit rumah baru di 30 permukiman di wilayah Palestina yang diduduki, menurut laporan media lokal.

Dikatakan laporan tersebut, sebagian dari rencana tersebut menerima persetujuan akhir untuk validasi, sementara yang lain akan diajukan untuk persetujuan akhir pada tahap selanjutnya.

Komite Perencanaan dan Pembangunan Distrik Yerusalem akan mengadakan sidang pada 6 Desember untuk membahas pembangunan 9.000 unit rumah di permukiman Israel Atarot di Yerusalem Timur. (Xinhua/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Kepresidenan Iran.

Iran Harap Perluas Hubungan dengan Presiden Baru UEA

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 21:43 WIB
Iran yang mayoritas Syiah dan UEA yang mayoritas Sunni juga mendukung pihak-pihak yang bersaing dalam perang saudara tujuh tahun...
AFP/Alexander Nemenov.

Putin: Swedia, Finlandia Masuk NATO bukan Ancaman tapi Picu Respons

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 21:31 WIB
Aliansi militer yang dipimpin Moskow mencakup enam negara bekas Uni Soviet yakni Rusia, Belarus, Armenia, Kazakhstan, Kirgistan, dan...
AFP/Henrik Montgomery.

Swedia akan Dialog dengan Turki tentang Rencana Masuk NATO

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 21:17 WIB
Partai Sosial Demokrat yang berkuasa di Swedia mengakhiri penentangan mereka selama 73 tahun untuk bergabung dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya