Selasa 23 November 2021, 07:58 WIB

AS Tidak akan Berlakukan Penguncian Covid-19

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
AS Tidak akan Berlakukan Penguncian Covid-19

AFP/Patrick T. Fallon
Warga mengantre untuk menjalani pemeriksaan di Bandara Internasional Los Angeles, Amerika Serikat.

 

KOORDINATOR tanggap covid-19 Gedung Putih Jeff Zients mengatakan, Amerika Serikat tidak perlu memberlakukan penguncian atau menutup ekonominya untuk mengekang penyebaran covid-19 dan akan bergantung pada cara lain.

"Kami tidak menuju ke arah itu. Kami memiliki alat untuk mempercepat jalan keluar dari pandemi ini yaitu vaksinasi yang tersedia secara luas, suntikan booster, suntikan anak, terapi," kata Zients kepada wartawan pada briefing Gedung Putih pada Senin (22/11).

“Kita dapat mengekang penyebaran virus tanpa harus mematikan ekonomi kita dengan cara apa pun,” imbuhnya.

Regulator AS memperluas kelayakan untuk suntikan booster vaksin covid-19 bagi semua orang dewasa Jumat lalu, dan tiga juta orang telah menerimanya sejak itu, ungkap Zients. "Bahkan, tepat di hari Jumat, Sabtu dan Minggu, kami mendapat tiga juta suntikan booster. Satu juta suntikan booster per hari," katanya.

Dia pun mengimbau, "Jangan tunda, dapatkan suntikan booster Anda sehingga Anda dapat meningkatkan perlindungan terhadap covid-19 saat kita memasuki musim dingin,” jelasnya.

Secara terpisah, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pejabat kesehatan AS saat ini tidak merekomendasikan penguncian atau pembatasan ekonomi untuk mengekang meningkatnya kasus covid-19.

Eropa sekali lagi menjadi pusat pandemi global, dengan Austria memberlakukan kembali penguncian penuh, kerusuhan pecah di kota-kota di seluruh Belanda karena penguncian sebagian, dan banyak negara lain memberlakukan pembatasan.

Rata-rata tujuh hari kasus covid-19 di AS saat ini naik 18% dari rata-rata minggu lalu menjadi 92.800 per hari, kata direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Rochelle Walensky pada briefing. “Rawat inap AS naik 6% menjadi rata-rata 5.600 per hari dan rata-rata kematian harian sekitar 1.000 per hari,” katanya.

“Sekitar 47 juta orang dewasa Amerika yang memenuhi syarat dan lebih dari 12 juta remaja masih belum sepenuhnya divaksinasi,” tambah Walensky.

Hingga Minggu, covid-19 telah menewaskan 776.188 orang di AS, menurut penghitungan Reuters. (Straitstimes/OL-12)

Baca Juga

AFP

Austria Perpanjang Penguncian Covid-19 Selama 10 Hari

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 01 Desember 2021, 09:45 WIB
KOMITE parlemen Austria menyetujui dekrit yang memperpanjang penguncian covid-19 di negara itu selama 10 hari, sehingga total durasinya...
AFP/Fabrice COFFRINI

WHO Minta Kelompok Rentan yang tidak Divaksin Tunda Perjalanan ke Daerah Transmisi

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 01 Desember 2021, 09:15 WIB
"Diperkirakan varian omicron akan terdeteksi di semakin banyak negara ketika otoritas nasional meningkatkan kegiatan pengawasan dan...
AFP

Brasil Laporkan Kasus Varian Omicron Pertama di Amerika Latin

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 01 Desember 2021, 08:50 WIB
REGULATOR kesehatan Brasil Anvisa mendeteksi kasus positif covid-19 Omicron pada dua warga Brasil, Selasa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya