Senin 22 November 2021, 21:14 WIB

Inggris Cap Teroris, Hamas Berterima Kasih Didukung Iran

Mediaindonesia.com | Internasional
Inggris Cap Teroris, Hamas Berterima Kasih Didukung Iran

AFP/Atta Kenare.
Ismail Haniyeh (kedua kanan) berjabat tangan dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Bagheri (kiri).

 

MENYUSUL kecaman Iran atas keputusan kontroversial Inggris yang menyatakan gerakan Hamas sebagai organisasi teroris, Ismail Haniyeh berterima kasih kepada Iran atas dukungannya.

Dalam wawancara dengan jaringan satelit Al-Aqsa yang ditayangkan pada Sabtu (20/11), Haniyeh mengatakan bahwa Iran mendukung kuat perlawanan Palestina secara finansial, politik, dan militer. Pemimpin Hamas itu berterima kasih kepada Iran atas peran pentingnya dalam mendukung perlawanan Palestina. 

Di bagian lain dari percakapan wawancaranya, Haniyeh menunjukkan bahwa Hamas merupakan gerakan besar dan kuat di dalam dan luar Palestina. Ia mengatakan bahwa salah satu komponen kekuatan dan kohesi Hamas yakni pemilihan internal dan kepatuhan terhadap hasilnya di semua wilayah.

Menurut Pusat Informasi Palestina, Haniyeh mencatat bahwa gerakannya telah mampu menjaga status masalah Palestina tetap hidup di antara negara-negara Islam dan Arab sebagai landasan persatuan umat Islam.

Seperti dikutip Tehran Times, dia menambahkan, "Setelah empat dekade aktivitas, gerakan ini, meskipun banyak anggotanya mati syahid, terluka, dan ditawan, masih menganut prinsip-prinsip nasional Palestina dan opsi perlawanan."

Baca juga: Iran Kecam Inggris Tetapkan Hamas Kelompok Teroris

Kepala biro politik Hamas itu juga menyatakan bahwa gerakan perlawanan masih tertarik untuk membangun hubungan bersejarah dengan Arab Saudi.

"Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir kita telah melihat perubahan posisi Arab Saudi terhadap Hamas, yang juga memengaruhi beberapa warga Palestina," katanya.

Pada 19 November, Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian mengutuk deklarasi Hamas sebagai organisasi teroris.

"Kami mengutuk keputusan Inggris untuk menyatakan gerakan perlawanan populer Hamas sebagai organisasi teroris," kata menteri luar negeri itu di Twitter. "Hak-hak orang Palestina tidak dapat diinjak-injak dengan memutarbalikkan fakta. Satu-satunya solusi politik untuk Palestina terletak pada mengadakan referendum di antara semua penduduk asli."

Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel pada Jumat mengumumkan langkah tersebut sehingga memicu kemarahan dan kecaman di seluruh dunia. Dalam daftar hitam Hamas, Inggris bergabung dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat yang menetapkan Hamas sebagai kelompok teror pada 1995.

Langkah Inggris menuai kritik dari banyak kelompok di kawasan itu, termasuk Otoritas Palestina di Ramallah. Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk keputusan pemerintah Inggris dan menggambarkannya sebagai serangan yang tidak dapat dibenarkan terhadap rakyat Palestina.

Baca juga: Bahrain Klaim Tangkap Teroris terkait Iran

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Palestina menggarisbawahi bahwa pemerintah Inggris, dengan keputusan ini, menempatkan hambatan di jalan untuk mencapai perdamaian dan hambatan dalam upaya untuk mengonsolidasikan gencatan senjata dan membangun kembali Jalur Gaza. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Andreas Solaro.

Vatikan Ungkapkan Malu dan Penyesalan atas Kasus Pelecehan Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 21:57 WIB
Benediktus, sekarang berusia 94 tahun, ialah uskup agung Munich dan Freising dari 1977 hingga...
AFP/Ahmad Gharabli.

Israel Mulai Penghancuran Tanah Warga Palestina di Desa Jalud

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 21:45 WIB
Undang-undang negara-bangsa Israel yang disahkan Juli lalu menyatakan bahwa membangun dan memperkuat permukiman sebagai kepentingan...
AFP/Menahem Kahana.

Israel Bebaskan Warga Palestina dengan Syarat setelah Ditahan usai Penggusuran

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 21:31 WIB
Walid Abu Tayeh, pengacara keluarga, membenarkan pembebasan lima orang yang ditahan sejak Rabu, termasuk Mahmud Salhiya dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya