Jumat 12 November 2021, 08:35 WIB

Pemulihan Ekonomi Eropa Tersendat Biaya Energi yang Tinggi

Muhamad Fauzi | Internasional
Pemulihan Ekonomi Eropa Tersendat Biaya Energi yang Tinggi

AFP
Komisaris Eropa untuk Ekonomi Paolo Gentiloni saat konfrensi pers prospek ekonomi, Kamis (11/11/2021)

 

KOMISI Eropa merevisi turun prospek ekonominya untuk tahun depan dengan memperingatkan bahwa harga-harga energi yang mengejutkan akan berdampak pada tagihan listrik dan mempengaruhi daya beli masyarakat serta investasi.

"Pandangan yang sangat positif tetapi tingkat ketidakpastian cukup tinggi," ujar Komisaris Eropa untuk Ekonomi Paolo Gentiloni saat konfrensi pers, yang dikutip, Jumat (12/11)

Perkiraan musim gugur komisi meningkatkan prospek pertumbuhan untuk tahun ini menjadi 5 persen dari 4,8 persen yang diprediksi di musim panas, sementara perkiraan pertumbuhan 2022 turun menjadi 4,3 persen dari 4,5 persen. Untuk tahun 2023 diperkirakan berkisar 2,4 persen.

Gentiloni mengatakan bahwa hampir 14 persen secara tahunan, tingkat pertumbuhan PDB di Uni Eropa pada kuartal kedua tahun 2021 adalah rekor tertinggi dan setinggi penurunan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam PDB pada periode yang sama tahun lalu, selama gelombang pertama pandemi.

Permintaan domestik diperkirakan akan terus mendorong ekspansi tetapi momentum pertumbuhan menghadapi "hambatan baru" -- kemacetan dan gangguan dalam pasokan global, terutama pada bahan mentah yang membebani manufaktur di Uni Eropa.

Selain itu, meningkatnya inflasi, yang sebagian besar didorong oleh lonjakan harga-harga energi, terutama untuk gas alam, yang "meningkat dengan kecepatan yang kacau" selama sebulan terakhir. Ini, ditambah dengan meningkatnya jumlah infeksi COVID-19, "akan membebani konsumsi dan investasi."

Terlepas dari prospek Uni Eropa yang lebih negatif dari perkiraan, Komisi menaikkan perkiraan pertumbuhannya tahun ini untuk kawasan euro 19 negara, dengan mengatakan bahwa ekonomi bangkit kembali dari yang terburuk dari pandemi virus corona ketika orang-orang kembali bekerja.

"Ekonomi Eropa bergerak dari pemulihan ke ekspansi tetapi sekarang menghadapi beberapa hambatan," kata Gentiloni dalam sebuah pernyataan. "Kita harus tetap waspada dan bertindak sesuai kebutuhan untuk memastikan hambatan ini tidak membuat pemulihan tidak berjalan lancar," tambahnya.

Mengenai ketenagakerjaan, Komisi mengatakan pihaknya memperkirakan akan melampaui tingkat sebelum krisis tahun depan dan bergerak ke ekspansi pada 2023. Pengangguran di Uni Eropa diperkirakan akan menurun dari 7,1 persen tahun ini menjadi 6,7 persen dan 6,5 persen pada 2022 dan 2023. Di kawasan euro, diproyeksikan pada 7,9 persen, 7,5 persen dan 7,3 persen selama tiga tahun. (Ant/OL-13)

Baca Juga: OPEC: Harga Tinggi Meredam Laju Pemulihan dari Covid-19

Baca Juga

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Argentina Konfirmasi kasus Cacar Monyet Pertama di Amerika Latin

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 21:33 WIB
Kemenkes menambahkan bahwa sang pasien sehat dan orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien tersebut berada di bawah...
DOK DPD RI

Bertemu Presiden CECF, Sultan: Indonesia Akan Jadi Tuan Rumah Konferensi Pemuda Lintas Agama Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 21:24 WIB
Sebagai negara yang plural dan toleran, Indonesia diminta untuk bersedia melangsungkan konferensi Pemuda Lintas Agama...
AFP/Satellite image ©2020 Maxar Technologies.

AS dan Belanda Waswas Supertanker Tua Bawa Sejuta Barel Minyak

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 20:16 WIB
Bulan lalu, PBB meluncurkan rencana menurunkan minyak dari supertanker ke kapal sementara selama empat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya