Kamis 11 November 2021, 07:57 WIB

Presiden Tiongkok Peringatkan Ketegangan 'Era Perang Dingin' di Asia-Pasifik

Nur Aivanni | Internasional
Presiden Tiongkok Peringatkan Ketegangan

Noel Celis / AFP
Presiden Xi Jinping.

 

Presiden Tiongkok Xi Jinping, pada Kamis (11/11), memperingatkan agar tidak kembali ke ketegangan era Perang Dingin di Asia-Pasifik dan mendesak kerja sama yang lebih besar dalam pemulihan pandemi dan perubahan iklim.

Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat atas Taiwan, sebagian diimbangi oleh kesepakatan yang mengejutkan antara Beijing dan Washington mengenai iklim, Xi mengatakan semua negara di kawasan itu harus bekerja sama dalam menghadapi tantangan bersama.

"Upaya untuk menarik garis ideologis atau membentuk lingkaran kecil dengan alasan geo-politik pasti akan gagal," katanya dalam konferensi bisnis virtual di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik.

"Wilayah Asia-Pasifik tidak dapat dan tidak boleh terulang kembali ke dalam konfrontasi dan perpecahan era Perang Dingin," ucapnya.

Pemimpin Tiongkok itu menyerukan upaya bersama untuk menutup kesenjangan imunisasi, dengan membuat vaksin covid-19 lebih mudah diakses oleh negara-negara berkembang.

"Kita harus menerjemahkan konsensus bahwa vaksin adalah barang publik global ke dalam tindakan nyata untuk memastikan distribusi yang adil dan merata," katanya dalam KTT yang diselenggarakan di Selandia Baru.

Xi mengatakan negara-negara harus meningkatkan kerja sama dalam penelitian, produksi, pengujian, dan saling mengakui vaksin, untuk keluar dari bayang-bayang pandemi dan mencapai pemulihan ekonomi yang stabil sejak dini.

Perubahan iklim
Tiongkok, pada Rabu, mengatakan telah mencapai kesepahaman dengan Amerika Serikat pada KTT di Glasgow tentang perubahan iklim, bidang utama di mana pemerintahan Biden melihat potensi kerja sama.

Xi tidak menyebutkan kesepakatan AS secara langsung tetapi mengatakan, "kita semua dapat memulai jalur pembangunan berkelanjutan yang hijau dan rendah karbon".

"Tiongkok akan tetap berkomitmen untuk mempromosikan kerja sama yang saling menguntungkan dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi kawasan Asia-Pasifik," katanya.

Pakta pemanasan global datang menjelang pembicaraan virtual yang diharapkan antara Xi dan Presiden AS Joe Biden, yang dilaporkan akan diadakan paling cepat pekan depan. Itu juga terjadi pada saat ketegangan meningkat di Asia-Pasifik.

Beijing telah meningkatkan kegiatan militer di dekat Taiwan, sebuah demokrasi yang memerintah sendiri yang diklaim oleh Tiongkok, dengan rekor jumlah pesawat yang masuk ke zona identifikasi pertahanan udara pulau itu pada awal Oktober.

Tiongkok juga mengklaim hampir semua Laut China Selatan yang kaya sumber daya, dengan menolak klaim dari Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam. (AFP/OL-12)

Baca Juga

Ist

Letkol Arief Rahman Wakili RI di Global Leadership Summit 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 14:56 WIB
Sebagai Instruktur PBB, Arief Rahman pernah melatih personel military observer (Milobs) dan military staff (Milstaff PBB) dengan...
AFP/Michael M. Santiago.

PM Pakistan: Tidak Adil Dampak Perubahan Iklim Ditanggung Sendiri

👤  Cahya Mulyana 🕔Minggu 25 September 2022, 14:00 WIB
Negaranya mengalami banjir terburuk yang pernah terjadi sehingga menewaskan 1.600...
Andreas SOLARO / AFP

Italia Diprediksi Bakal Dipimpin Perempuan

👤 Cahya Mulyana 🕔Minggu 25 September 2022, 12:26 WIB
Giorgia Meloni, diprediksi dapat menjadi perdana menteri perempuan (PM) pertama dalam sejarah Italia. Pemilihan umum Italia akan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya