Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemimpin ekonomi utama dunia G20 menyetujui pajak minimum perusahaan global pada Sabtu (30/10). Dalam pengumuman besar pertama dari KTT G20 di Roma, Menteri Keuangan AS Janet Yellen, yang menghadiri pembicaraan tersebut, mengatakan bahwa blok itu mendukung kesepakatan bersejarah yang akan membuat perusahaan multinasional dikenakan pajak minimal 15%.
"Kesepakatan itu akan mengakhiri perlombaan yang merusak ke dasar perpajakan perusahaan," katanya dalam suatu pernyataan. Rencana reformasi itu, yang telah didukung oleh hampir 140 negara, berupaya mengakhiri praktik perusahaan besar seperti Apple dan induk Google, Alphabet, dalam melindungi keuntungan di negara-negara dengan pajak rendah.
Namun belum ada konsensus yang muncul tentang komitmen kolektif tentang perubahan iklim, menjelang konferensi penting COP26 yang dimulai di Glasgow pada Minggu. Seorang pejabat senior AS mengatakan elemen dari pernyataan akhir G20 masih dinegosiasikan dan KTT Roma yaitu tentang membantu membangun momentum sebelum pembicaraan iklim PBB.
Pada jamuan makan malam di istana Qurinale yang mewah pada Sabtu malam, Presiden Italia Sergio Mattarella mendesak para pemimpin untuk bertindak demi generasi mendatang. "Darurat perubahan iklim membayangi segalanya," kata pria berusia 80 tahun itu. "Mata miliaran orang, dari seluruh bangsa, tertuju pada kita dan hasil yang akan kita capai," ucapnya.
Sebelumnya, ribuan pengunjuk rasa iklim, banyak dari mereka masih muda, berkumpul di pusat kota untuk menuntut tindakan yang lebih keras. "Kami meminta para pemimpin G20 untuk berhenti bermain-main di antara mereka sendiri dan akhirnya mendengarkan orang-orang dan bertindak untuk iklim, seperti yang diminta ilmu pengetahuan selama bertahun-tahun," kata aktivis Fridays for Future Simone Ficicchia kepada AFP.
Baca juga: KTT G20: Jokowi Serukan Penguatan Kesehatan Global yang Inklusif
Italia mendorong G20 untuk secara kolektif mendukung tujuan PBB membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat celsius di atas tingkat praindustri, salah satu aspirasi dari kesepakatan iklim Paris 2015. "Dari pandemi hingga perubahan iklim serta perpajakan yang adil dan merata, melakukannya sendiri bukanlah pilihan," kata Perdana Menteri Italia Mario Draghi kepada para pemimpin menjelang pembicaraan yang dilakukan secara tertutup tersebut. (AFP/OL-14)
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Studi terbaru mengungkap bagaimana pemanasan global di zaman Paleogen mengubah pola hujan menjadi tidak menentu. Apakah ini gambaran masa depan Bumi?
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved