Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat pada Jumat (29/10) mengesahkan vaksin covid-19 Pfizer untuk anak-anak berusia lima hingga 11 tahun. Ini membuka jalan bagi 28 juta anak Amerika untuk segera diimunisasi.
Keputusan itu diambil setelah panel medis tingkat tinggi yang menasihati pemerintah minggu ini untuk menyetujui vaksin. Panel tersebut memutuskan bahwa manfaat yang diketahui lebih besar daripada risiko efek samping. Langkah Amerika Serikat itu mengikuti segelintir negara lain termasuk Tiongkok, Cile, Kuba, dan Uni Emirat Arab yang menginokulasi anak-anak yang lebih muda dengan berbagai vaksin.
"Sebagai seorang ibu dan dokter, saya tahu bahwa orangtua, pengasuh, staf sekolah, dan anak-anak telah menunggu izin hari ini," kata penjabat kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Janet Woodcock dalam suatu pernyataan. "Vaksinasi anak-anak yang lebih muda terhadap covid-19 akan membawa kita lebih dekat untuk kembali ke kehidupan normal."
Pfizer dan mitranya BioNTech mengumumkan minggu ini bahwa pemerintah AS telah membeli 50 juta dosis lebih karena bekerja untuk melindungi anak-anak, termasuk pada akhirnya mereka yang berusia di bawah lima tahun. Dalam uji klinis yang melibatkan lebih dari 2.000 peserta ditemukan lebih dari 90% efektif dalam mencegah penyakit simtomatik.
Keamanan vaksin juga dipelajari kepada lebih dari 3.000 anak. Hasilnya, tidak ada efek samping serius yang terdeteksi dalam penelitian yang sedang berlangsung.
Pada kelompok usia itu, vaksin diberikan sebagai dua suntikan dengan jarak tiga minggu dan dosis 10 mikrogram atau sepertiga dari yang diberikan kepada kelompok usia yang lebih tua. Covid-19 yang parah jarang terjadi kepada anak-anak daripada orang dewasa, tetapi jauh dari tidak ada.
Baca juga: Pfizer Minta Otorisasi AS Izinkan Vaksin Covid-19 untuk Usia 5-11
Menurut CDC, ada 8.300 rawat inap covid-19 kepada anak-anak berusia lima hingga 11 tahun sejak awal pandemi dan 146 kematian. Ada juga lebih dari 5.000 kasus pediatrik sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak (MIS-C), komplikasi pascavirus yang jarang tetapi sangat serius, termasuk 46 kematian. (AFP/OL-14)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Pfizer dan Moderna sedang mengembangkan vaksin flu burung berbasis mRNA untuk menghadapi ancaman virus Flu Burung yang semakin meningkat.
Pfizer melaporkan penurunan laba yang tajam pada Selasa (1/8) karena pendapatan terkait covid-19 yang jauh lebih rendah akibat prospek penjualan setahun penuh yang dibatasi.
Pfizer mencapai kesepakatan untuk membeli perusahaan biotek Seagen senilai US$43 miliar atau sekitar Rp661 triliun untuk memerangi kanker.
Wiku berharap vaksin Pfizer yang sudah disebar ke berbagai daerah digunakan dengan baik. Supaya masyarakat semakin terlindungi dari penularan covid-19.
Mengingat, sejumlah vaksin covid-19 buatan dalam negeri, seperti Indovac, baru mendapatkan izin penggunaan darurat (UEA) untuk dosis reguler 1 dan 2.
Badan POM telah memberikan Izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization (EUA)) untuk Nirmatrelvir 150mg/Ritonavir 100mg Tablet Salut Selaput.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved