Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSEN obat AS Pfizer secara resmi meminta otorisasi penggunaan darurat untuk vaksin covid-19 kepada anak-anak usia lima hingga 11 tahun. Anak-anak telah terinfeksi dalam jumlah yang lebih besar dalam gelombang virus korona terbaru yang didorong oleh varian delta.
Karena itu, menyuntik anak-anak dipandang sebagai kunci untuk menjaga sekolah tetap buka dan membantu mengakhiri pandemi. Pada akhir September, Pfizer dan BioNTech, yang bersama-sama mengembangkan vaksin, mulai mengirimkan data ke Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk otorisasi yang sangat dinanti.
Pfizer menuliskan tweet pada Kamis (7/10) pagi bahwa kedua perusahaan telah secara resmi mengajukan permintaan ke FDA untuk Otorisasi Penggunaan Darurat (EUA) dari vaksin covid-19 untuk anak-anak berumur 5 hingga 12. "Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan FDA dengan tujuan akhir membantu melindungi anak-anak dari ancaman kesehatan masyarakat yang serius ini," kata Pfizer.
Menyusul pengumuman tersebut, Koordinator Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients mengatakan kepada CNN bahwa "Saya pikir kita semua dapat sepakat bahwa mendapatkan vaksin yang aman dan efektif untuk anak-anak berusia lima hingga 11 tahun menjadi langkah selanjutnya yang sangat penting dalam perjuangan kita melawan virus."
Anak-anak dalam kelompok usia 5-11 menerima rejimen dua dosis 10 mikrogram dalam percobaan. Ini lebih sedikit dibandingkan dengan 30 mikrogram untuk kelompok usia yang lebih tua. Suntikan diberikan 21 hari terpisah.
Baca juga: Pfizer Uji Coba Vaksin Covid-19 ke Bayi Umur 6 Bulan-5 Tahun
FDA sebelumnya mengatakan bahwa setelah pengajuan resmi selesai, badan tersebut akan menyelesaikan peninjauannya kemungkinan dalam hitungan minggu daripada bulan. Vaksin Pfizer-BioNTech telah mendapatkan persetujuan penuh FDA untuk mereka yang berusia 16 tahun ke atas. (AFP/OL-14)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Pfizer dan Moderna sedang mengembangkan vaksin flu burung berbasis mRNA untuk menghadapi ancaman virus Flu Burung yang semakin meningkat.
Pfizer melaporkan penurunan laba yang tajam pada Selasa (1/8) karena pendapatan terkait covid-19 yang jauh lebih rendah akibat prospek penjualan setahun penuh yang dibatasi.
Pfizer mencapai kesepakatan untuk membeli perusahaan biotek Seagen senilai US$43 miliar atau sekitar Rp661 triliun untuk memerangi kanker.
Wiku berharap vaksin Pfizer yang sudah disebar ke berbagai daerah digunakan dengan baik. Supaya masyarakat semakin terlindungi dari penularan covid-19.
Mengingat, sejumlah vaksin covid-19 buatan dalam negeri, seperti Indovac, baru mendapatkan izin penggunaan darurat (UEA) untuk dosis reguler 1 dan 2.
Badan POM telah memberikan Izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization (EUA)) untuk Nirmatrelvir 150mg/Ritonavir 100mg Tablet Salut Selaput.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved