Rabu 20 Oktober 2021, 10:15 WIB

Taliban Izinkan Program Vaksin Polio Kembali Dimulai di Afghanistan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Taliban Izinkan Program Vaksin Polio Kembali Dimulai di Afghanistan

AFP/Hoshang Hashimi
Seorang pekerja kesehatan meneteskan vaksin polio pada seorang anak di Herat, Afghanistan.

 

DALAM upaya memberantas polio dan meningkatkan langkah-langkah kesehatan bagi anak-anak di Afghanistan, pemerintah Taliban telah setuju memulai kembali program vaksinasi dari pintu ke pintu, bulan depan, dan akan mengizinkan perempuan menjadi pekerja garis depan dalam upaya tersebut.

Pengumuman yang diungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dana Anak-anak PBB ini, merupakan terobosan di negara yang disebut ibu kota polio dunia itu, tempat para vaksinator menghadapi tantangan kurangnya akses ke pasien dan kekerasan yang mematikan.

Program nasional selama lima hari untuk mendistribusikan vaksin polio yang diberikan secara oral dan dalam beberapa dosis, akan dimulai pada 8 November mendatang, menurut para pejabat.

Baca juga: Pengawas Departemen Luar Negeri AS Tinjau Akhir Operasi di Afghanistan

"Kami menyambut baik upaya WHO meluncurkan kampanye vaksinasi polio di Afghanistan dan siap membantu dan berkoordinasi," kata juru bicara Taliban, Bilal Karimi.

"Perempuan juga dapat berpartisipasi dalam kampanye ini dan bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk memberikan vaksinasi kepada orang-orang kami,” imbuhnya.

Kepala pemberantasan polio untuk wilayah Mediterania timur WHO Hamid Jafari mengatakan upaya tersebut bertujuan menjangkau sekitar 10 juta anak.

Lebih dari 3,3 juta anak, sebelumnya, tetap tidak dapat diakses untuk kampanye vaksinasi, menurut pernyataan yang mengumumkan program tersebut.

Anak-anak yang berusia enam bulan hingga 59 bulan juga akan diberikan suplemen vitamin A selama kampanye, kata para pejabat.

Kata sepakat muncul ketika Taliban telah menunjukkan beberapa fleksibilitas terbatas dalam berurusan dengan dunia luar karena pemerintah mencari bantuan yang sangat dibutuhkan di tengah krisis ekonomi dan meningkatnya kelangkaan pangan.

“Selain program vaksinasi polio yang akan dimulai awal bulan depan ini, semua pihak telah menyepakati perlunya segera memulai kampanye vaksinasi campak dan covid-19," demikian pernyataan dari PBB dan WHO.

Program vaksinasi polio kedua di Afghanistan akan disinkronkan dengan program di negara tetangga Pakistan yang dijadwalkan akan dimulai pada Desember, katanya. Setengah lusin program vaksinasi lagi dijadwalkan akan dimulai tahun depan, menurut Jafari.

Dalam mengumumkan program vaksinasi, pejabat kesehatan mengatakan Taliban menyatakan komitmen mereka untuk mengizinkan perempuan menjadi pekerja garis depan dalam upaya tersebut dan untuk memberikan keamanan serta menjamin keselamatan semua petugas kesehatan di seluruh negeri.

Jafari mengatakan puluhan ribu perempuan diharapkan bekerja dalam program vaksinasi, sebagai vaksinator, supervisor dan manajer.

Pengumuman itu muncul setelah beberapa serangan terhadap vaksinator polio tahun ini, menghambat upaya menginokulasi anak-anak terhadap penyakit tersebut.

Pada Juni, setidaknya lima anggota dari dua tim vaksinasi polio tewas dalam satu hari pada serangan terpisah di Jalalabad di Afghanistan timur.

Di kota yang sama, tiga perempuan yang bekerja untuk kampanye vaksin polio pemerintah ditembak mati, akhir Maret lalu. (Straitstimes/OL-1)

Baca Juga

AFP/Manuel Balce Ceneta

Malala Yousafzai Minta AS Lebih Mendukung Preempuan Afghanistan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Desember 2021, 09:15 WIB
"Afghanistan, saa tini, merupakan satu-satunya negara di dunia yang anak perempuannya tidak memiliki akses ke pendidikan menengah....
AFP

Langgar HAM, AS Jatuhkan Sanksi Baru pada Iran

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 08 Desember 2021, 07:50 WIB
AMERIKA Serikat menjatuhkan sanksi baru pada selusin pejabat dan entitas Iran karena pelanggaran hak asasi manusia yang...
AFP/Yasin AKGUL

Kedubes Arab Saudi di Paris Tegaskan Tersangka tidak Terkait Pembunuhan Khashpoggi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Desember 2021, 07:30 WIB
"Orang yang ditangkap itu tidak terkait dengan kasus yang dimaksud. Karenanya, kedubes meminta agar dia segera...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya