Selasa 19 Oktober 2021, 08:30 WIB

UE: Tidak Ada Pembicaraan Kesepakatan Nuklir Iran pada Kamis

Nur Aivanni | Internasional
UE: Tidak Ada Pembicaraan Kesepakatan Nuklir Iran pada Kamis

AFP/Kenzo TRIBOUILLARD
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Josep Borrell

 

UNI Eropa (UE) tidak akan mengadakan pembicaraan di Brussels pada Kamis (21/10) dengan Iran tentang memulai kembali negosiasi atas kesepakatan nuklir negara itu. Hal itu bertentangan dengan pernyataan yang disampaikan Teheran.

"Saya mendengar bahwa seseorang yakin bahwa Kamis depan akan ada pertemuan - tidak," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Josep Borrell, Senin (18/10), setelah pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa.

"Tetapi kami menjelaskan kepada Iran bahwa waktu tidak di pihak mereka dan lebih baik kembali ke meja perundingan dengan cepat," tambahnya.

Baca juga: AS tidak akan Ambil Bagian dalam Pembicaraan Soal Afghanistan yang Digelar Rusia

Pernyataan itu muncul setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan negosiator nuklir negara itu, Ali Bagheri, akan pergi ke Brussel untuk berdiskusi pada Kamis (21/10).

Pakta 2015 dengan kekuatan dunia membatasi ambisi nuklir Teheran dengan imbalan keringanan sanksi, tetapi itu dihantam oleh penarikan Amerika Serikat (AS) di bawah mantan Presiden Donald Trump pada 2018.

Uni Eropa, yang bertindak sebagai koordinator untuk kesepakatan itu, telah berusaha memulai kembali pembicaraan yang bertujuan menghidupkannya kembali.

Negosiasi berlangsung di Wina pada April setelah pengganti Trump, Presiden Joe Biden, mengisyaratkan kesediaan untuk kembali bergabung dan mencabut sanksi yang dijatuhkan oleh Trump. Namun pembicaraan itu telah ditangguhkan sejak Juni, ketika Ebrahim Raisi terpilih sebagai Presiden Iran.

Di Washington, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price meminta Iran untuk melanjutkan pembicaraan tentang menghidupkan kembali perjanjian itu sesegera mungkin.

"Tujuan yang kami cari adalah di Wina, bukan langkah menengah di Brussel," kata Price kepada wartawan.

Teheran telah berulang kali mengatakan dalam beberapa pekan terakhir bahwa pihaknya berusaha segera kembali ke negosiasi di Wina, tetapi belum menetapkan tanggal untuk melakukannya di tengah meningkatnya ketidaksabaran dari pihak lain.

Borrell bersikeras dia tetap bersedia untuk bertemu dengan perwakilan Iran secara bilateral jika mereka memerlukan beberapa klarifikasi sebelum memulai kembali pembicaraan di Wina.

"Saya akan melakukannya karena itu adalah tugas saya, dan keinginan saya adalah melakukan yang terbaik untuk memulihkan negosiasi sesegera mungkin. Tetapi belum ada yang konkret," katanya.

AS hanya berpartisipasi secara tidak langsung dalam pembicaraan Wina, dan Washington menegaskan Iran harus kembali ke komitmen nuklirnya. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/Handout / Rappler News

Pemerintah Filipina Larang Ressa ke Oslo untuk Terima Nobel Perdamaian

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 27 November 2021, 12:30 WIB
Ressa, salah satu pendiri laman daring berita Rappler, bersama wartawan Rusia Dmitry Muratov diganjar Nobel Perdamaian, Oktober lalu, atas...
AFP/Michele Spatari

Afrika Selatan Sebut Larangan Perjalanan tidak Adil

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 27 November 2021, 11:49 WIB
Menteri Kesehatan Afrika Selatan Joe Phaahla menuding para pemimpin dunia tengah mencari kambing hitam atas meningkatnya kasus covid-19 di...
AFP/Saeed Khan

Australia Larang Penerbangan dari Selatan Afrika karena Varian Omicron

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 27 November 2021, 11:23 WIB
Ada kekhawatiran varian Omicron itu lebih mudah ditularkan atau membuat vaksin yang ada saat ini tidak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya