Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BELANDA menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan pernikahan gay pada 2001. Kini, negara itu memperluas izin itu ke keluarga kerajaan.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan pewaris tahta kerajaan bisa menikah dengan sesama jenis dan tidak kehilangan haknya untuk naik tahta.
Anggota DPR Belanda meminta Rutte untuk mengambil keputusan mengenai hal itu setelah terbitnya sebuah buku yang mengutip Putri Mahkota Amalia, 17, mengatakan dirinya tidak akan bisa naik tahta jika menikahi perempuan lain.
Baca juga: Pembatasan Sosial di Sydney Dilonggarkan Lebih Awal
"Kabinet memastikan pewaris tahta bisa menikah dengan sesama jenis dan tidak ada hukum yang bisa mencegahnya," ujar Rutte dalam surat kepada parlemen Belanda, Selasa (12/10).
"Karenanya, kabinet merasa tidak ada kewajiban bagi pewaris tahta untuk menanggalkan posisinya jika dia menikah dengan sesama jenis," lanjutnya.
Amalia, putri tertua Raja Willem-Alexander dan ratunya Maxima, belum berkomentar lagi mengenai kehidupan pribadinya.
Meski pernikahan sesama jenis legal di Belanda selama dua dekade terakhir, pernikahan keluarga kerajaan membutuhkan izin dari parlemen.
Namun, apakah anak dari pernikahan gay bisa menjadi penerus tahta? Rutte menyebut hal itu lebih rumit.
"Ada hukum mengenai suksessi dan hukum itu bisa bertentangan dengan hukum keluarga," ungkap Rutte.
Menurutnya, pemerintah bisa mempelajari masalah itu saat hal itu muncul di masa depan. (AFP/OL-1)
Hingga saat ini, MK mengaku belum memiliki alasan kuat dan mendasar untuk mengubah pendirian hukumnya terkait aturan pernikahan di Indonesia.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Konsep yang selama ini identik dengan skala besar dan format konvensional mulai bergeser menuju pernikahan yang lebih terkurasi, berskala kecil, dan menekankan kualitas pengalaman.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Dalam keluarga dengan tingkat literasi rendah mengenai pendidikan dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai solusi instan menuju kedewasaan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved