Rabu 13 Oktober 2021, 21:25 WIB

Menlu Israel dan UEA Bahas Iran di Washington

Mediaindonesia.com | Internasional
Menlu Israel dan UEA Bahas Iran di Washington

AFP/Patrick Semansky.
Antony Blinken.

 

PARA diplomat top dari Israel dan Uni Emirat Arab akan mengadakan pembicaraan tiga arah di Washington pada Rabu (13/10) ketika pemerintahan Presiden Joe Biden merangkul dan berupaya memperluas upaya normalisasi.

Kekhawatiran tentang Iran--momok yang membantu menyatukan Israel dengan negara-negara Teluk ketika mereka menjalin hubungan tahun lalu sebagai bagian dari Kesepakatan Abraham--diperkirakan menjadi agenda utama setelah tawaran diplomatik awal Biden ke Teheran tidak membuahkan hasil langsung.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken akan bertemu secara terpisah dan bersama dengan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid dan Menlu Emirat Sheikh Abdullah bin Zayed Al-Nahyan, setelah acara virtual serupa bulan lalu.

Mantan Presiden Donald Trump menganggap Kesepakatan Abraham sebagai pencapaian puncak bagi pemerintahannya karena Uni Emirat Arab, diikuti tak lama kemudian oleh Bahrain dan Maroko, menjadi negara Arab pertama yang menormalkan hubungan dengan Israel dalam beberapa dekade.

Terlepas dari segudang perbedaan kebijakan mereka, tim Biden telah memberikan penghargaan kepada pemerintahan Trump atas Kesepakatan Abraham, menolak kritik bahwa normalisasi mengabaikan penderitaan rakyat Palestina.

Pendekatan Trump juga dilihat sebagai transaksional karena ia setuju menjual jet tempur canggih ke UEA dan mengakui klaim kontroversial Maroko atas Sahara Barat. Langkah ini yang Biden tidak ubah.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa Kesepakatan Abraham dapat membantu mencapai Timur Tengah yang lebih damai dan sejahtera. "Ini bukan pengganti solusi dua negara. Kami berharap normalisasi dapat dimanfaatkan untuk memajukan kemajuan di jalur Israel-Palestina," kata pejabat itu kepada wartawan tanpa menyebut nama.

Baca juga: PM Israel ke Rusia Minggu Depan Bahas Nuklir Iran

Dia mengatakan ketiga negara akan mengumumkan kelompok kerja untuk memperluas kerja sama energi dan air-- sumber daya yang langka di Timur Tengah--serta koeksistensi agama. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Paul ELLIS / AFP

Inggris Mencatat 44.985 Kasus Baru Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:57 WIB
Dengan begitu, jumlah total kasus virus korona di negara Inggris menjadi 8.734.934, menurut angka resmi yang dirilis pada Sabtu...
AFP/Handout / Colombian army

Gembong Narkoba Paling Diburu di Kolombia Ditangkap

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:30 WIB
Penangkapan Otoniel itu merupakan kemenangan besar bagi pemerintahan Presiden Ivan Duque, yang negaranya merupakan pengimpor kokain...
AFP

Junta Myanmar Tegaskan tidak Ada Negosiasi dengan Pembangkang

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 09:25 WIB
Negara di Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak kudeta, Februari lalu. Lebih dari 1.100 orang tewas dalam tindakan keras terhadap...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya