Rabu 06 Oktober 2021, 08:42 WIB

MUP Kecam Kekerasan Terhadap Muslim Assam India

Muhamad Fauzi | Internasional
MUP Kecam Kekerasan Terhadap Muslim Assam India

AFP
Unjukrasa menolak kekejaman polisi dalam penggusuran muslim di Assam, India Timur dilakukan berbagai elemen di New Delhi, India.

 

WADAH kesatuan umat Islam sedunia, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) melalui Majelis Ukhuwah Pusat (MUP) menyatakan sangat prihatin atas kekerasan anti-Muslim yang baru-baru ini terjadi di Distrik Darrang di negara bagian Assam, India timur laut, maupun insiden serupa lainnya yang terjadi di seluruh wilayah negara tersebut.

Ketua MUP Jama’ah Muslimin (Hizbullah) H. Bustamin Utje mengatakan pihaknya menyayangkan atas terjadinya tragedi kemanusian yang telah dialami oleh masyarakat Assam di timur laut India yang telah menelan korban jiwa dan harta.

"Kami mengecam secara keras tindakan penggusuran paksa yang disertai kekerasan ini sebagai bentuk kesewenang-wenangan dan tidak berperikemanusiaan dipandang dari segi kemanusiaan dan keagamaan," kata H. Bustamin dalam keterangan tertulisnya, yang dikutip, Rabu (6/10).

Dia menjelaskan, penggusuran yang dimulai pada 20 September itu bertujuan mengusir penduduk yang sebagian besar Muslim dan berbahasa Bengali dari rumah mereka.

Sebagai tanggung jawab kemanusiaan, Bustamin juga menyerukan kepada seluruh masyarakat dunia untuk turut mengecam segala tindak kekerasan dan kesewenang-wenangan tanpa memandang warna kulit, ras, agama dan golongan.

Dia menyatakan keheranannya atas sikap diam dan kurangnya tanggapan yang tepat dari masyarakat internasional terhadap situasi di Assam, India tersebut.

Selain itu, Jama'ah Muslimin (Hizbullah) mendesak petugas gabungan keamanan distrik Darrang Assam melalui pemerintah India untuk segera menghentikan segala tindak pemaksaan yang disertai tindak kekerasan.

"Kami mendesak pemerintah Indonesia baik melalui perwakilannya yang ada di India maupun delegasi Internasional lainnya untuk menyuarakan protes keras atas kejadian ini," ujar Bustamin.

Dia menambahkan, khusus kepada seluruh masyarakat Muslim Assam yang telah diperlakukan dengan sewenang-wenang semoga senantiasa diberi kesabaran serta tabah dalam menghadapi cobaan ini.

Saat ini, hampir 800 keluarga diusir dalam aksi itu dan empat bangunan keagamaan dihancurkan. Penggusuran terjadi walaupun 246 orang telah mengajukan petisi untuk tetap tinggal dan sidang yang dijadwalkan pada Selasa ditunda.

Sebuah video viral di media sosial menunjukkan polisi menembaki warga sipil saat mereka tengah bersembunyi dibalik pohon dan gubuk dengan dua orang dipastikan tewas. Salah seorang korban adalah Sheikh Farid, bocah lelaki yang berusia 12 tahun. Sementara korban lain, Moinul Haque ditembak di bagian dada dan dipukul hingga tewas dengan tongkat.

Bahkan, setelah kematian Haque, seorang fotografer terlihat berulang kali menendang mayatnya. Banyak istri dan anak-anak yang telah kehilangan rumah mereka dan sosok pencari nafkah di keluarga mereka. Padahal para korban memiliki kartu Aadhaar, bukti identitas mereka dan hak tinggal di sana.

Populasi Muslim Assam adalah 1/3 dari 30 juta orang, yang merupakan populasi Muslim terbesar kedua dalam hal persentase, setelah Kashmir.

Jamaah Muslimin (Hizbullah) merupakan wadah kesatuan Muslimin yang dibentuk kembali pada 20 Agustus 1953. Bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1372, bukan organisasi, partai, perserikatan dan bentuk lain yang sifatnya politis, melainkan berbentuk Jama’ah. (OL-13)

Baca Juga: AS Akui Punya 3.750 Hulu Ledak Nuklir Aktif dan Tidak Aktif

Baca Juga

AFP

Jerman Laporkan Kasus Pertama Cacar Monyet pada Anak

👤Ant 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:52 WIB
Kasus tersebut menimpa seorang anak perempuan berusia 4 tahun yang tinggal serumah dengan dua orang dewasa yang...
AFP/GIORGIO VIERA

Republik Bela Trump yang Rumahnya Digeledah FBI

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 16:34 WIB
Politikus Partai Republik di DPR AS Kevin McCarthy mengatakan Departemen Kehakiman yang dipimpin Jaksa Agung Merrick Garland...
AFP

Tiongkok Rilis Buku Putih, Peringatkan Tidak akan Tolerir Separatis di Taiwan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 15:45 WIB
Dokumen tersebut menguraikan bagaimana Tiongkok bermaksud untuk mengklaim Wilayah Taiwan melalui berbagai insentif ekonomi dan tekanan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya