Rabu 29 September 2021, 17:42 WIB

Pengadilan Israel kembali Tunda Vonis Penggusuran Desa Badui

Mediaindonesia.com | Internasional
Pengadilan Israel kembali Tunda Vonis Penggusuran Desa Badui

AFP/Hazem Bader.
PM Palestina Mohammad Shtayyeh (kanan) mendengarkan seorang lelaki tua Palestina yang tinggal di area C (di bawah pemerintahan Israel).

 

PENGADILAN tinggi Israel menyetujui penundaan lain untuk penggusuran suatu desa Badui dengan lokasi strategis di Tepi Barat, Palestina, yang diduduki. Rencana penggusuran itu menarik perhatian internasional.

Pemerintah terkunci dalam pertempuran hukum dengan LSM sayap kanan Israel atas usulan penggusuran Khan al-Ahmar, sebelah timur Jerusalem, sepanjang jalan menuju Laut Mati. Dusun itu akan dievakuasi dan dihancurkan tiga tahun lalu setelah diputuskan dibangun secara ilegal dan upaya untuk menyepakati lokasi alternatif untuk relokasi menemui kegagalan.

Nasib Khan al-Ahmar menarik perhatian internasional. Negara-negara Eropa menyerukan Israel untuk tidak melanjutkan rencana menghancurkannya. Pada Oktober 2018, kantor perdana menteri Benjamin Netanyahu membekukan rencana pembongkaran.

Baca juga: Kembali Warga Palestina Tewas Ditembak Israel

Regavim, organisasi sayap kanan Israel yang mendukung permukiman Yahudi, pada 2019 mengajukan petisi ke mahkamah agung menuntut negara menegakkan komitmen sebelumnya untuk menyingkirkan Khan al-Ahmar. Negara berulang kali meminta lebih banyak waktu untuk menyampaikan tanggapannya. Pengadilan menetapkan 5 September sebagai tenggat waktu.

Pada hari itu, negara meminta pengadilan untuk menunda hingga enam bulan lagi dengan alasan ada kemajuan dalam masalah ini. Pada Rabu, panel tiga hakim menyetujui keputusan tersebut.

Baca juga: Israel Bebaskan Anggota Parlemen Palestina Khalida Jarrar dari Penjara

Hakim Noam Sohlberg mengatakan pengadilan telah menerima klaim negara atas kemajuan yang signifikan dan meminta pembaruan pada Maret 2021. Negara-negara lain telah mengatakan kepada Israel bahwa menghancurkan desa itu yang menjadi rumah bagi sekitar 200 penduduk Palestina tergolong pelanggaran hukum internasional. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Dok MI

AS dan Tiongkok Terus Dominasi Indo-Pasifik

👤Nur Aivanni  🕔Senin 06 Desember 2021, 17:03 WIB
Asia Power Index mempertimbangkan berbagai ukuran, termasuk kemampuan ekonomi dan militer, hubungan ekonomi dan jaringan pertahanan, serta...
AFP/SHAMIL ZHUMATOV

Rusia akan Terbangkan Miliarder Jepang ke ISS

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Desember 2021, 12:15 WIB
Maezawa dan asistennya akan menghabiskan 12 hari di ISS dengan mendokumentasikan petualangan mereka di kanal Youtube milik Maezawa yang...
AFP/Handout / MYANMAR MINISTRY OF INFORMATION

Pengadilan Myanmar akan Jatuhkan Vonis Pertama dalam Persidangan Suu Kyi, Hari Ini

👤Nur Aivanni 🕔Senin 06 Desember 2021, 12:14 WIB
Jika terbukti bersalah, Suu Kyi dan Presiden Myanmar yang digulingkan Win Myint, masing-masing menghadapi hukuman penjara hingga lima...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya