Kamis 23 September 2021, 18:19 WIB

PBB Peringatkan Ancaman Perang Saudara di Myanmar

Nur Aivanni | Internasional
PBB Peringatkan Ancaman Perang Saudara di Myanmar

AFP
Bendera PBB berkibar di wilayah New York, Amerika Serikat.

 

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa Myanmar menghadapi ancaman yang mengkhawatirkan dari perang saudara. Mengingat, aksi pemberontakan terhadap junta militer semakin meluas.

Hal itu ditekankan Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Michelle Bachelet. Kepada Dewan HAM PBB, Bachelet menilai waktu bagi negara-negara lain sudah hampir habis untuk memulihkan demokrasi dan mencegah konflik yang lebih luas di Myanmar.

Diketahui, Myanmar berada dalam kekacauan sejak pemerintahan Aung San Suu Kyi digulingkan junta militer pada Februari. Situasi itu kemudian memicu pemberontakan nasional yang berupaya diredam pasukan militer.

Baca juga: Pasukan Keamanan Myanmar Diserang Bom di Dekat Yangon

Serangan terhadap militer semakin meningkat. Tepatnya, sejak anggota parlemen yang digulingkan para jenderal menyerukan "perang defensif rakyat" awal bulan ini.

Bachelet mengatakan bahwa situasi HAM di Myanmar telah memburuk secara signifikan. Kondisi itu merupakan dampak kudeta militer yang menghancurkan kehidupan dan harapan di seluruh negeri. "Konflik, kemiskinan dan dampak pandemi meningkat tajam. Negara itu menghadapi pusaran kekerasan dan keruntuhan ekonomi," pungkasnya.

Baca juga: Bahas Krisis Rohingya, Menlu Sampaikan Dua Hal yang Perlu Jadi Perhatian Dunia

Lebih lanjut, dia mendesak komunitas internasional untuk mendukung proses politik yang melibatkan semua pihak. Menurutnya, ASEAN dan kekuatan berpengaruh lainnya harus menggunakan insentif dan disinsentif untuk memulihkan situasi krisis di Myanmar.

Apalagi, lebih dari 1.100 warga Myanmar dilaporkan tewas di tangan pasukan keamanan sejak kudeta militer. Sementara itu, lebih dari 8.000 orang, termasuk anak-anak, telah ditangkap dan lebih dari 4.700 orang masih ditahan.

Mantan Presiden Chili itu mendesak semua pihak, khususnya militer, untuk mengizinkan akses tak terbatas untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Serta, menyerukan pembebasan segera semua tahanan politik dan perlindungan bagi warga sipil.(AFP/OL-11)

 

Baca Juga

Antara/Yulius Satria Wijaya

Peserta Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 Bakal Jalani Tes Harian Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 12:09 WIB
Peserta Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 akan menjalani tes harian covid-19 dan akan diminta untuk tetap berada dalam gelembung yang...
Antara

Akademisi Menilai Keputusan ASEAN tidak Undang Myanmar Merupakan Intervensi Positif

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 11:50 WIB
Keputusan ASEAN yang tidak mengundang junta militer Myanmar merupakan intervensi yang positif sepanjang menyangkut nilai-nilai hak asasi...
china.org

Rekor, Rekrutmen CPNS di Tiongkok Diminati Lebih Dari Dua Juta Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 11:37 WIB
Lebih dari dua juta orang mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil di Tiongkok untuk formasi penerimaan 2022, rekor terbanyak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya