Minggu 22 Agustus 2021, 12:22 WIB

Lebih Dari 7.000 Orang Dievakuasi dari Afghanistan ke Qatar

Nur Aivanni | Internasional
Lebih Dari 7.000 Orang Dievakuasi dari Afghanistan ke Qatar

AFP/Qatar's Government Communication Office (GCO)
Warga Afghanistan tiba di pangkalan udara Al-Udeid di Doha, Qatar.

 

LEBIH dari 7.000 orang telah dievakuasi dari Afghanistan ke Qatar, kata seorang pejabat dari negara Teluk itu, Sabtu (21/8), ketika ribuan orang bergegas meninggalkan Kabul melalui operasi evakuasi yang kacau balau.

Qatar dan Uni Emirat Arab telah menjadi pos untuk penerbangan evakuasi bagi warga negara-negara Barat serta penerjemah Afghanistan, jurnalis, dan lainnya.

"Sejak dimulainya operasi internasional, lebih dari 7.000 orang telah dievakuasi dari Afghanistan ke Qatar," kata seorang pejabat Qatar yang menolak disebutkan namanya kepada AFP.

Baca juga: Erdogan Desak Putin Tetap Jalin Dialog dengan Taliban

"Atas permintaan LSM, lembaga pendidikan dan organisasi media internasional, kami mengevakuasi ratusan karyawan Afghanistan dan keluarga mereka, serta mahasiswi di seluruh negeri," kata pejabat itu.

Itu dilakukan selain memfasilitasi evakuasi warga dari Amerika Serikat (AS), Jerman dan Inggris. 

"Upaya evakuasi kami sedang berlangsung," ucapnya.

Pejabat AS telah mengonfirmasi bahwa operasi evakuasi telah terhenti selama sekitar tujuh jam, Jumat (20/8), karena pangkalan penerima di Qatar penuh sesak.

Qatar telah menekankan semua orang yang dievakuasi disediakan akomodasi yang layak dan semua sumber daya lain yang diperlukan. Dikatakan pejabat Qatar tersebut, banyak dari 7.000 orang yang saat ini berada di Qatar sedang transit ke negara ketiga.

UEA juga telah menjadi pusat evakuasi, dengan otoritas Prancis menggunakan ibu kota Abu Dhabi dan Inggris menggunakan Dubai sebagai titik transit bagi warga negara mereka dan pengungsi yang disetujui. Sebanyak lebih dari 8.500 orang telah transit di UEA sejauh ini, menurut pemerintah.

Enam hari setelah Taliban berkuasa, arus orang yang mencoba melarikan diri dari Afghanistan terus membanjiri komunitas internasional.

Jalan-jalan menuju bandara Kabul telah tersendat oleh lalu lintas, sementara keluarga-keluarga yang akan melarikan diri telah berkerumun di antara kawat berduri yang mengelilingi tanah tidak bertuan tidak resmi yang memisahkan Taliban dari pasukan AS dan sekutunya.

Presiden AS Joe Biden menyebutnya sebagai salah satu pengangkutan udara terbesar dan tersulit dalam sejarah. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/Jonathan Nackstrand.

Gereja Swedia Selidiki Tindakan Apartheid oleh Israel di Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 17:30 WIB
Dewan telah diinstruksikan untuk mengangkat isu pengawasan pelaksanaan hukum internasional di Israel dan Palestina juga dari perspektif...
AFP/Mohd Rasfan

WHO Peringati Asia-Pasifik Bersiap Hadapi Lonjakan Infeksi Covid-19 Varian Omicron 

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 03 Desember 2021, 16:57 WIB
Varian tersebut telah dilaporkan di belasan negara dan mulai memasuki Asia minggu ini, dengan kasus dilaporkan dari Australia, Jepang,...
Medcom.id/Annisa Ilustrasi virus korona (covid-19).

Malaysia Deteksi Kasus Pertama Varian Omicron

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 03 Desember 2021, 14:15 WIB
Portal berita Malaysiakini melaporkan, siswa tersebut saat ini dikarantina bersama dengan lima orang lainnya yang berada di bus bersama...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya