Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN tewas dalam gempa kuat di Haiti melonjak menjadi lebih dari 1.200 pada hari Minggu (15/8). Tim penyelamat berjuang keras menggali gedung-gedung yang runtuh untuk menemukan korban yang selamat di negara Karibia tersebut.
Di Les Cayes, seperti di kota-kota lain yang terkena dampak parah di semenanjung barat daya, sebagian besar penduduk menghabiskan malam dengan tidur di depan rumah mereka – atau yang tersisa – di tengah kekhawatiran akan gempa susulan yang baru.
Jalan-jalan di sana dipenuhi dengan suara alat berat yang mengangkat puing-puing dari bangunan runtuh, serta suara dari orang-orang yang menarik puing-puing dengan tangan dalam mencari orang-orang yang masih belum ditemukan.
"Terima kasih kepada Tuhan dan juga telepon saya, saya masih hidup," kata Marcel Francois, yang diselamatkan dari rumah bertingkatnya yang runtuh di Les Cayes.
Baca juga: Gempa Haiti Tewaskan 304 Orang, Petugas Terus Cari Korban Selamat
Adik laki-lakinya, Job Francois, mengatakan Marcel yang terdengar putus asa meneleponnya. "'Ayo selamatkan saya, saya di bawah beton'... Dia bilang dia tidak bisa bernapas, bahwa dia sekarat," katanya.
Para tetangga dan Job menghabiskan waktu berjam-jam untuk membebaskan dia dan putrinya yang berusia 10 tahun dari reruntuhan.
Setidaknya ada 1.297 orang yang tewas dalam gempa berkekuatan 7,2 SR yang melanda pada Sabtu sekitar 100 mil (160 kilometer) di sebelah barat ibu kota yang padat penduduk, Port-au-Prince.
Sekitar 13.600 bangunan hancur dan lebih dari 13.700 rusak, ratusan orang terperangkap di bawah puing-puing dan menyebabkan lebih dari 5.700 orang terluka, kata badan perlindungan sipil negara itu dalam sebuah pembaruan.
Amerika Serikat dan negara-negara lain telah berjanji untuk membantu Haiti mengatasi bencana tersebut. (AFP/OL-5)
Rakyat Haiti merayakan kelolosan pertama dalam lebih dari setengah abad.
BADAI Melissa terus menelan korban di kawasan Karibia. Hingga Kamis (30/10), jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 49 orang.
Badai Melissa kategori lima menghantam Jamaika dan Haiti, menewaskan puluhan orang sebelum bergerak ke Kuba dan Bahama dengan kekuatan angin hingga 185 km/jam.
Haiti kacau balau: geng Viv Ansanm kuasai Port-au-Prince. Kenali krisis, sejarah, dan tantangan negara Karibia ini!
Pemerintahan Trump akan mencabut status hukum lebih dari 500.000 migran dari Kuba, Haiti, Nikaragua, dan Venezuela yang dilindungi program pembebasan bersyarat era Biden.
Pemerintah Tiongkok sudah mengevakuasi 51 warga negaranya dari Haiti setelah situasi keamanan di negara itu terus memburuk.
Pendaki asal Magelang Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan hilang sejak 17 hari lalu saat mendaki Gunung Slamet akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dia kehilangan nyawa di Arab Saudi setelah terjatuh dari lantai dua sebuah gedung tempatnya bekerja pada 18 Desember 2025.
Satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan di Tol Batang–Semarang. Polisi mendalami dugaan gangguan kemudi pada truk trailer bermuatan besi.
"Ada satu meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUD Kalisari Batang yakni kernet bus bernama Sucipto (47), warga Ngromo RT 02 RW 08, Rejosari, Bancak, Kabupaten Semarang,"
Lima santriwati yang hanyut sudah ditemukan semuanya dalam kondisi meninggal dunia.
Sophie Kinsella, penulis best-seller seri "Shopaholic", meninggal dunia di usia 55 tahun setelah berjuang melawan kanker otak agresif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved