Selasa 27 Juli 2021, 05:54 WIB

Junta Militer Myanmar Batalkan Hasil Pemilu 2020

Basuki Eka Purnama | Internasional
Junta Militer Myanmar Batalkan Hasil Pemilu 2020

AFP/STR
Para pendukung mengibarkan bendera NLD dan membawa gambar Aung San Suu Kyi saat kampanye menjelang pemilu Myanmar.

 

JUNTA militer Myanmar, Senin (26/7), membatalkan hasil pemilu 2020 yang dimenangkan partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), dengan alasan pemilu itu tidak berlangsung dengan bebas dan adil, hampir 6 bulan setelah menggulingkan pemenang Nobel Perdamaian itu lewat kudeta.

Junta militer Myanmar, melalui komisi pemilihan umum mengatakan penyelidikan telah menemukan 11 juta kasus kecurangan dalam pemilu 2020 saat partai militer kalah telak dari NLD.

"NLD berusaha mengambil alih kekuasaan dari partai dan kandidat non-NLD dengan menyalahgunakan pembatasan covid-19," ungkap ketua komisi pemilihan umum Myanmar Thein Soe.

Baca juga: Thailand Laporkan Penambahan 15.376 Kasus Covid-19

"Pemilu tidak berlangsung dengan bebas dan adil. Karenanya, hasil pemilu 2020 dibatalkan.

Dia tidak mengatakan apakah pemilu baru akan digelar di negara Asia Tenggara itu.

Junta militer Myanmar, sebelumnya mengatakan pemilu baru akan digelar dalam tempo dua tahun serta ajan membubarkan NLD.

Suu Kyi, yang telah ditahan sejak kudeta, menghadapi sejumlah dakwaan, mulai dari melanggar pembatasan covid-19 hingga mengimpor walkie talkie secara ilegal. Dakwaan-dakwaan itu bisa menyebabkan perempuan itu ditahan selama lebih dari 10 tahun.

Myanmar dilanda kekacauan sejak kudeta yang digelar militer dengan lebih dari 900 orang tewas dalam berbagai aksi demonstrasi.

Gelombang covid-19 juga menimbulkan banyak kematian di negara itu setelah banyak tenaga kesehatan melakukan pemogokan menentang junta militer. (AFP/OL-1)

Baca Juga

BERTRAND GUAY/ AFP

Prancis Evakuasi Lebih dari 300 Orang dari Afghanistan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 12:17 WIB
Prancis telah melakukan misi evakuasi di Afganistan dengan membawa 258 warga Afganistan serta 11 Prancis, sekitar 60 warga negara...
FOTO/who.int.

WHO: Masih Belum Perlu Vaksin Covid-19 Baru Cegah Varian Omicron

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 11:44 WIB
WHO bahwa mereka masih mempelajari penularan dan tingkat keparahan varian baru...
AFP

Varian Covid-19 Omicron Dapat Memperlambat Pertumbuhan Global

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 09:45 WIB
VARIAN baru covid-19, Omicron, berpotensi memperlambat pemulihan ekonomi global, seperti yang terjadi pada varian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya