Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN penerjemah yang membantu pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO di Afghanistan akan dievakuasi dari negara itu pada akhir Juli. Hal itu diumukan Washington, Rabu (14/7), saat Taliban sukses merebut perlintasan strategis di perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan.
Dalam operasi yang disebut Gedung Putih sebagai Operasi Penyelamatan Sekutu, para penerjemah dan keluarga mereka akan pertama-tama dibawa ke markas militer AS di luar Afghanistan sebelum kemudian ditempatkan di 'Negeri Paman Sam' atau negara lain.
Mayoritas para penerjemah ini takut menjadi sasaran kemarahan Taliban yang berusah merebut kendali Kabul seiring penarikan pasukan AS dari Afghanistan, akhir Agustus mendatang.
Baca juga: Putin Sebut Rusia-AS Punya Kepentingan Bersama Soal Perubahan Iklim
Saat ini diperkirakan ada 18 ribu orang penerjemah yang bekerja membantu pasukan AS. Dengan keluarga mereka, jumlahnya menjadi lebih dari 80 ribu orang.
Sekretaris Gedung Putih Jen Psaki mengatakan targetnya adalah memindahkan mereka yang telah diproses dalam program visa imigran khusus Departemen Luar Negeri keluar dari Afghanistan.
"Mereka adalah orang-orang pemberani. Kami bertekad memastikan kami mengakui peran yang mereka jalankan," tegas Psaki. (AFP/OL-1)
USKUP Agung Katolik untuk dinas militer AS mengatakan bahwa secara moral dapat diterima untuk tidak mematuhi perintah jika pasukan menganggap perintah bertentangan dengan hati nurani mereka.
PRESIDEN Donald Trump memperjelas selama berbulan-bulan bahkan mungkin bertahun-tahun bahwa ia termotivasi secara unik oleh keinginan untuk memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian.
Perdana Menteri Store menegaskan bahwa pemerintah Norwegia tidak memiliki kewenangan dalam penentuan penerima Hadiah Nobel Perdamaian.
Pasca-COP30, Indonesia dan Brasil perlu memperkuat poros kepemimpinan Global South melalui diplomasi aktif.
North American Aerospace Defense Command (NORAD) mengumumkan bahwa sejumlah pesawatnya akan segera tiba di Pituffik Space Base, Greenland.
Putra Donald Trump adalah salah satu investor di tambang 'unsur tanah jarang' pertama di pulau Arktik tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved