Sabtu 19 Juni 2021, 14:28 WIB

HUT Ke-76 Suu Kyi, Demonstran Kenakan Bunga di Rambut

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
HUT Ke-76 Suu Kyi, Demonstran Kenakan Bunga di Rambut

Handout / FACEBOOK / AFP
Seorang demonstran yang juga pendukung Aung San Suu Kyi mengacung jari tiga simbol antikudeta militer dan mengenakan bunga di rambutnya.

 

PARA pendukung pemimpin Myanmar yang dikudeta, Aung San Suu Kyi mengenakan bunga di rambut mereka dan berparade bersama dalam demonstrasi jalanan pada Sabtu (19/6) untuk menandai ulang tahunnya yang ke-76.

Protes telah diadakan hampir setiap hari di Myanmar sejak Suu Kyi digulingkan dalam kudeta 1 Februari 2021 yang mempersingkat satu dekade reformasi demokrasi dan juga memicu pemogokan yang melumpuhkan serta konflik baru di negara tersebut.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (18/6) menyerukan penghentian aliran senjata ke Myanmar dan mendesak militer untuk menghormati hasil pemilihan November serta membebaskan tahanan politik, termasuk Suu Kyi.

Selama beberapa dekade simbol perjuangan demokrasi di bawah junta sebelumnya, Suu Kyi diketahui sering mengenakan bunga di rambutnya.

Di antara mereka yang mengenakan bunga pada Sabtu (19/6) adalah aktivis Thet Swe Win, yang berselisih dengan Suu Kyi atas pelanggaran hak asasi manusia selama masa jabatannya.

"Saya menuntut kebebasan bagi semua orang termasuk Aung San Suu Kyi," katanya. "Hak individu dan hak politiknya dilanggar,” imbuhnya.

Suu Kyi termasuk di antara hampir 5.000 orang yang saat ini ditahan oleh junta karena menentang kudeta, menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik. Dikatakan juga 870 orang telah tewas sejak kudeta 1 Februari.

Tentara menggulingkan Suu Kyi setelah pemerintahannya menolak tuduhan penipuan atas kemenangan telak partainya dalam pemilihan November lalu. Sementara itu pemantau internasional mengatakan pemungutan suara itu adil.

Dia sekarang menghadapi dakwaan karena memiliki radio walkie-talkie secara ilegal dan melanggar protokol virus korona hingga menghasut ketidakpuasan, korupsi, serta melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi, yang dapat dihukum penjara hingga 14 tahun.

Pengacara Suu Kyi mengatakan tuduhan itu tidak masuk akal dan para pendukungnya mengatakan mereka bertujuan untuk menyingkirkannya dari politik. Sidang berikutnya dijadwalkan pada Senin (21/6).

Resolusi Majelis Umum PBB yang menyerukan penghentian pasokan senjata ke Myanmar diadopsi dengan dukungan 119 negara.

Belarus adalah satu-satunya negara yang menentangnya, sementara 36 abstain, termasuk Tiongkok dan Rusia.

"Risiko perang saudara skala besar adalah nyata," kata utusan khusus PBB untuk Myanmar Christine Schraner Burgener kepada Majelis Umum setelah pemungutan suara.

"Waktu sangat penting. Kesempatan untuk membalikkan pengambilalihan militer semakin menyempit,” tandasnya. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

Baca Juga

ca.sports.yahoo.com

Kereta di AS Tergelincir, Tiga Orang Tewas dan Puluhan Terluka

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 26 September 2021, 19:15 WIB
Sekitar 141 penumpang dan 16 anggota kru sedang melakukan perjalanan dari Chicago menuju Pantai Pasifik ketika delapan dari 10 gerbong...
AFP/Ahmed Mustafa

Militer Sudah Mengusir Pasukan Ethiopia di Perbatasan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 18:52 WIB
Militer Sudan pada Minggu (26/9) menyatakan telah mengusir pasukan Ethiopia yang mencoba merangsek ke kawasan perbatasan kedua...
news.un.org

Mali Minta Bantuan Rusia untuk Memerangi Gerilyawan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 16:28 WIB
Mali meminta sebuah perusahaan militer milik swasta di Rusia untuk membantunya memerangi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya