Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 2.000 orang, pada Sabtu (12/6) malam, berdemonstrasi di luar kediaman Benjamin Netanyahu di Jerusalem jelang pemungutan suara di parlemen yang dapat mengakhiri pemerintahan perdana menteri terlama Israel.
Parlemen akan memilih apakah akan mengukuhkan pemerintahan koalisi perubahan dan mengakhiri 12 tahun berturut-turut Netanyahu berkuasa.
Blok anti-Netanyahu itu mencakup partai-partai dari kanan, kiri dan tengah serta partai konservatif Islam Arab. Mereka disatukan oleh permusuhan terhadap pemerintahan perdana menteri yang dikenal dengan julukannya Bibi.
"Bagi kami, ini adalah malam yang besar dan besok akan menjadi hari yang lebih besar lagi. Saya hampir menangis. Kami berjuang dengan damai untuk ini dan hari itu telah tiba," kata pengunjuk rasa Ofir Robinski.
"Netanyahu hanya mencoba memecah belah kami dan membuat setiap bagian masyarakat saling bertentangan. Tapi besok kami akan bersatu: kanan, kiri, Yahudi dan Arab," tambahnya.
Para pengunjuk rasa meniup vuvuzela atau menabuh genderang, sementara beberapa lainnya memakai T-shirt yang bertuliskan dalam bahasa Ibrani: "Bibi Lekh" (keluar).
"Kita akan menyelesaikan era gelap bagi Israel," kata Ram Shamir.
Baca juga: Netanyahu Tuding Koalisi Baru Hasil Kecurangan Pemilu
Pemrotes lain, Gali Israel Tal, 62, optimistis pemungutan suara Knesset pada hari Minggu akan berarti kematian politik Netanyahu.
"Ini hari Sabtu terakhir kami di sini. Kami menang. Besok Knesset akan memilih dan perdana menteri ini akan pergi. Bagus. Dia akan pergi," katanya.
Aksi protes anti-Netanyahu telah digelar setiap hari Sabtu sejak Juli tahun lalu untuk mengecam penanganannya terhadap pandemi covid-19 dan ekonomi di negara tersebut.
Para pengunjuk rasa mengutuk Netanyahu yang menjadi perdana menteri Israel pertama yang didakwa saat menjabat, dan diadili karena korupsi. (AFP/OL-5)
Secara konstitusional, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD sama-sama dikategorikan sebagai proses yang demokratis.
Kodifikasi ini bertujuan menyatukan beberapa undang-undang yang selama ini terpisah menjadi satu payung hukum yang utuh.
Mada menjelaskan, musyawarah/mufakat hanya bermakna demokratis apabila memenuhi syarat deliberasi, yakni adanya pertukaran gagasan secara setara dan terbuka.
Jika nantinya terjadi perubahan desain pilkada menjadi tidak langsung, mekanisme tersebut akan tetap menjamin partisipasi publik secara maksimal dan transparan.
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemisahan antara pemilu nasional dan pemilu lokal harus tetap dilaksanakan, meskipun terdapat sejumlah persoalan teknis dalam implementasinya.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan DPR belum mengambil sikap terkait rencana pemisahan pemilu nasional dan lokal setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK)
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu keberatan terhadap susunan panel penasihat Gaza yang baru dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menhan Pakistan Khawaja Asif sebut AS standar ganda: Harusnya tangkap PM Israel Netanyahu sebagai penjahat kemanusiaan, bukan culik Presiden Venezuela Maduro.
Protes kaum Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem melawan undang-undang wajib militer berakhir tragis. Seorang remaja 18 tahun tewas setelah sebuah bus menabrak massa.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu menyampaikan pesan kepada Iran.
ISRAEL mencatat emigrasi bersih sebanyak 144.270 orang selama tiga tahun pemerintahan Benjamin Netanyahu saat ini.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan tegas mendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved