Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU Presiden AS Donald Trump diusulkan PM Israel Benjamin Netanyahu layak menerima Nobel Perdamaian Dunia memicu perdebatan. Penilaiannya bergantung pada sudut pandang dan bobot yang diberikan pada pencapaian serta kontroversi yang menyertainya.
Menurut seorang pengamat geopolitik, Kolonel Dedy Yulianto, argumen yang mendukung kelayakan Donald Trump menerima Nobel Perdamaian sering kali menyoroti pencapaian diplomatik signifikan yang terjadi selama masa kepresidenannya yang pertama dan kedua yaitu Perjanjian Abraham (Abraham Accords). Trump menjadi perantara serangkaian kesepakatan diplomatik/perjanjian normalisasi hubungan antara Israel dengan beberapa negara Arab, yaitu Uni Emirat Arab dan Bahrain pada 2020 yang kemudian diikuti oleh Sudan dan Maroko.
Kedua, pendukungnya menekankan bahwa selama masa jabatannya Trump, AS tidak memulai perang baru. Hal ini dianggap sebagai pencapaian, mengingat tren intervensi militer AS di masa lalu. Namun dengan konflik antara Israel dan Iran, gencatan senjata di Gaza terkait Israel dan Hamas, termasuk dengan Houthi di Yaman, hal itu dipertanyakan. "Apalagi pemasok utama senjata dan politik Netanyahu ialah AS sehingga menjadi penghalang Trump untuk meraih hadiah Nobel," kata Dedy dalam keterangannya, Minggu (13/7).
Ketiga, Trump juga tercatat pernah berupaya menjadi penengah dalam beberapa konflik lain, meskipun dengan hasil yang beragam. Ini termasuk pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dan penengah konflik antara India dan Pakistan baru-baru ini.
Di sisi lain, banyak pihak menentang keras gagasan itu. Alasan pertama yaitu pendekatan America First sering kali berujung pada tindakan unilateral yang merusak kerja sama internasional. Ini termasuk menarik AS dari Perjanjian Iklim Paris, kesepakatan nuklir Iran (JCPOA), dan berbagai badan PBB seperti Dewan Hak Asasi Manusia.
Kedua, pemberlakuan tarif dan retorika perang dagang, terutama dengan Tiongkok dan Eropa, serta negara kawasan Asia, sehingga menciptakan ketidakpastian ekonomi dan ketegangan politik global. Ketiga, imbuh Dedy, gaya komunikasinya konfrontatif, baik terhadap pemimpin negara lain maupun dalam negeri, seperti kepada BRICS, dianggap tidak sejalan dengan semangat dialog dan persaudaraan yang dijunjung tinggi Komite Nobel.
"Sejarah peraih Nobel Perdamaian penuh dengan pemenang yang kontroversial. Keputusan akhir ada di tangan Komite Nobel Norwegia yang akan menimbang antara pencapaian konkret yang dapat diukur dan dampak keseluruhan dari kepemimpinan seorang tokoh di panggung dunia." kata lulusan Akabri Udara pada 1998 itu.
Kesimpulannya, menurut Dedy yang saat ini menjadi analis madya humas di Kemenhan, untuk mewujudkan mimpi Trump mengamankan hadiah Nobelnya dengan cara menegosiasikan kesepakatan diplomatik antara Israel dan Arab Saudi, perluasan dari Perjanjian Abraham yang gagal dicapai pemerintahan Biden. Kedua, Trump harus melakukan mediasi diplomatik dengan genjatan senjata antara Israel dan Hamas yang sampai saat ini belum berhasil. (I-2)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengungkap alasan di balik sikap agresifnya terhadap Greenland.
Donald Trump mengklaim telah menghentikan 8 perang besar demi gelar Nobel Perdamaian. Benarkah?
Ketegangan memuncak! Donald Trump sebut AS tidak lagi murni memikirkan perdamaian setelah gagal raih Nobel, sambil terus mendesak kendali penuh atas Greenland.
Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado menyerahkan medali Nobel Perdamaian militer kepada Donald Trump.
Pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, ingin menyerahkan Piala Nobel Perdamaian miliknya kepada Donald Trump. Komite Nobel pun angkat bicara.
Tokoh oposisi Venezuela María Corina Machado dilaporkan telah meninggalkan Oslo. Ia tengah fokus menjalani pemulihan akibat cedera tulang belakang saat pelariannya.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu keberatan terhadap susunan panel penasihat Gaza yang baru dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Menhan Pakistan Khawaja Asif sebut AS standar ganda: Harusnya tangkap PM Israel Netanyahu sebagai penjahat kemanusiaan, bukan culik Presiden Venezuela Maduro.
Protes kaum Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem melawan undang-undang wajib militer berakhir tragis. Seorang remaja 18 tahun tewas setelah sebuah bus menabrak massa.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu menyampaikan pesan kepada Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved