Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA rakyat Iran memilih presiden baru pada minggu depan, mereka akan melakukan hal itu di tengah krisis ekonomi. Krisis itu disebabkan oleh sanksi yang melumpuhkan oleh Amerika Serikat dan diperburuk oleh pandemi.
Setelah bertahun-tahun dalam isolasi internasional, 83 juta orang Iran menderita karena pekerjaan yang langka, harga yang meningkat, dan harapan untuk masa depan yang lebih cerah semakin menipis bagi banyak orang.
"Kami tidak membuat rencana apa pun. Kami hanya hidup dari hari ke hari," kata Mahnaz, seorang pramuniaga berusia 30 tahun di toko produk kecantikan di Teheran, menyimpulkan suasana murungnya.
Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengakui bulan lalu bahwa masalah utama rakyat yaitu pengangguran kaum muda dan kesulitan dari kelas yang kurang mampu.
Seorang kandidat ultrakonservatif, kepala peradilan Ebrahim Raisi, terlihat kemungkinan akan memenangkan pemilihan 18 Juni. Ini berarti kemunduran lain untuk kubu moderat dan reformis yang telah lama berharap terlibat kembali yang lebih besar.
"Rakyat menghadapi krisis ekonomi makro paling serius yang pernah dialami Iran sejak revolusi 1979," kata Thierry Coville dari Institut Hubungan Internasional dan Strategis di Paris.
Iran terperosok dalam krisis sosial yang mendalam dan runtuhnya daya beli sebagian besar penduduk. Ia memperkirakan bahwa pengangguran telah meledak hingga 20% dari angkatan kerja.
Mata uang rial telah runtuh dan harga telah melonjak di tengah inflasi yang diproyeksikan IMF sebesar 39% untuk tahun ini.
Banyak keluarga berjuang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Di jalan-jalan Teheran semua pembicaraan tentang meroketnya harga, terutama daging, telur, dan susu.
Di tokonya yang menjual syal di bazaar besar Teheran, Fakhreddine, 80, mengatakan keadaannya sangat buruk sekarang sehingga dia hampir merindukan era perang Iran-Irak 1980-1988, karena saat itu setidaknya, "Kami punya pekerjaan." (AFP/OL-14)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved