Kamis 03 Juni 2021, 19:46 WIB

Israel Minta AS Dana US$1 Miliar untuk Isi Ulang Iron Dome

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Israel Minta AS Dana US$1 Miliar untuk Isi Ulang Iron Dome

AFP/Alex Brandon.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken (kiri) dan Menteri Pertahanan israel Benny Gantz.

 

KEPALA pertahanan Israel Benny Gantz melakukan perjalanan ke Washington DC pada Kamis (3/6). Ia ingin meminta tambahan dana sebesar US$1 miliar untuk sistem pertahanan udara Iron Dome.

Senator Lindsey Graham berharap AS akan segera mengesahkan permintaan tersebut setelah eskalasi 11 hari antara Israel dan Hamas. Para pejabat Israel mengatakan Iron Dome mencegat ratusan roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza.

"Akan ada permintaan US$1 miliar yang datang ke Pentagon minggu ini dari menteri pertahanan (Israel) untuk mengisi kembali Iron Dome dan beberapa hal lain untuk meningkatkan sistem," kata Graham kepada wartawan selama kunjungan ke Jerusalem pada Selasa (1/6).

Serangan udara Israel menewaskan 253 warga Palestina selama 11 hari pertempuran, termasuk 66 anak-anak. Dua anak termasuk di antara 12 orang yang tewas di Israel oleh roket yang ditembakkan oleh Hamas dan kelompok bersenjata lain dari Gaza selama periode yang sama.

Permintaan itu muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap penjualan senjata Amerika ke Israel serta bantuan US$3,8 miliar yang sebagian besar tanpa syarat setiap tahun.

Mayoritas Legislator AS

Legislator progresif di Dewan Perwakilan Rakyat AS dan Senat saat ini berusaha untuk memblokir kesepakatan senjata senilai US$735 juta dengan Israel yang disetujui Gedung Putih sesaat sebelum pertempuran dimulai pada 10 Mei. Namun demikian, dukungan untuk Israel tetap kuat di antara mayoritas legislator AS.

Upaya untuk membatasi itu semua pasti akan gagal. Berbicara pada Selasa, Graham mencatat dukungan itu meluas.

"Ada keributan besar atas keterlibatan terakhir antara Hamas dan Negara Israel di Amerika Serikat, tetapi saya di sini untuk memberi tahu bahwa ada dukungan yang luas dan mendalam untuk Israel di antara Partai Demokrat," kata Graham yang merupakan seorang Republikan.

Graham bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Benny Gantz selama perjalanannya ke Israel. Komite mengawasi pengeluaran, termasuk bantuan militer asing.

Bahas Iran

Kementerian pertahanan Israel, pada bagiannya, mengatakan Gantz akan bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan pada Kamis untuk membahas masalah-masalah termasuk Iran dan bantuan militer.

Biden sebelumnya mengatakan dia akan mengisi kembali Iron Dome yang membantu Israel menangkis lebih dari 4.300 roket yang dikatakan Israel ditembakkan dari Gaza selama konflik.

Menteri luar negeri AS Antony Blinken juga menegaskan kembali dukungan Amerika untuk Israel selama perjalanan ke kawasan itu pekan lalu. Ini dimaksudkan untuk mendukung gencatan senjata Israel-Hamas yang dicapai pada 21 Mei. (Aljazeera/OL-14)

 

Baca Juga

KENA BETANCUR / POOL / AFP

Menlu Minta Negara Lain Hapus Indonesia dari Redlist Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 25 September 2021, 18:34 WIB
Hal ini dikarenakan kasus covid-19 di Indonesia mengalami tren...
AFP/Mazen Mahdi

AS Izinkan Penyaluran Bantuan ke Afghanistan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 25 September 2021, 15:15 WIB
Lisensi kedua mengizinkan transaksi tertentu yang terkait dengan ekspor dan ekspor kembali makanan, obat-obatan, dan barang-barang...
AFP/PAUL RATJE

Imigran Terakhir Disingkirkan dari Bawah Jembatan di Texas

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 September 2021, 15:15 WIB
Sekitar 2 ribu imigran diterbangkan kembali ke Haiti menggunakan 17 penerbangan sementara yang lainnya ditampung ke tempat penampungan di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya