Kamis 03 Juni 2021, 07:10 WIB

NASA akan Luncurkan 2 Misi Baru ke Venus

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
NASA akan Luncurkan 2 Misi Baru ke Venus

Unsplash/ NASA
Ilustrasi misi ruang angkasa

 

NASA mengumumkan dua misi baru ke Venus yang akan diluncurkan pada akhir dekade dan bertujuan untuk mempelajari bagaimana tetangga terdekat Bumi itu menjadi “planet neraka”.

"Dua misi bersaudara ini sama-sama bertujuan untuk memahami bagaimana Venus menjadi dunia seperti neraka, yang mampu melelehkan timah di permukaannya," kata administrator NASA Bill Nelson, Rabu (2/6).

"Mereka akan menawarkan seluruh komunitas sains kesempatan untuk menyelidiki planet yang belum pernah kita kunjungi selama lebih dari 30 tahun itu," tambahnya.

Misi ini telah diberikan dana sekitar US$500 juta atau sekitar Rp7,1 triliun di bawah Program Penemuan NASA dan masing-masing diharapkan akan diluncurkan dalam jangka waktu 2028-2030.

Kedua misi ini diambil dari proses yang kompetitif dan ditinjau oleh rekan sejawat berdasarkan nilai ilmiah dan kelayakan rencana mereka.

Davinci+, singkatan dari Deep Atmosphere Venus Investigation of Noble gas, Chemistry, and Imaging, akan mengumpulkan lebih banyak detail komposisi atmosfer terutama karbon dioksida Venus, untuk mempelajari bagaimana ia terbentuk dan berevolusi.

Misi tersebut juga berusaha untuk menentukan apakah Venus pernah memiliki lautan.

Baca juga:  NASA Kritik Jatuhnya Puing Roket Long March 5B

Sebuah bola turunan akan terjun melalui atmosfer padat yang dicampur dengan awan asam sulfat. Ini akan secara tepat mengukur tingkat gas mulia dan unsur-unsur lain untuk mempelajari apa yang memunculkan efek rumah kaca tak terkendali yang kita lihat hari ini.

Davinci+ juga akan memancarkan kembali gambar resolusi tinggi pertama dari "tesserae" planet, fitur geologis yang kira-kira sebanding dengan benua Bumi yang keberadaannya menunjukkan Venus memiliki lempeng tektonik.

Hasilnya dapat membentuk kembali pemahaman para ilmuwan tentang pembentukan planet terestrial.

Misi lainnya bernama Veritas, yang merupakan akronim untuk Venus Emissivity, Radio Science, InSAR, Topography, and Spectroscopy. Ini akan bertujuan untuk memetakan permukaan Venus dari orbit dan mempelajari sejarah geologi planet tersebut.

Menggunakan bentuk radar yang digunakan untuk membuat konstruksi tiga dimensi, itu akan memetakan ketinggian permukaan dan mengonfirmasi apakah gunung berapi dan gempa bumi masih terjadi di planet ini.

Ini juga akan menggunakan pemindaian inframerah untuk menentukan jenis batuan, yang sebagian besar tidak diketahui, dan apakah gunung berapi aktif melepaskan uap air ke atmosfer.

Sementara misi dipimpin NASA, Pusat Dirgantara Jerman akan menyediakan pemetaan inframerah, serta Badan Antariksa Italia dan Pusat Nasional d'Etudes Spatiales Prancis akan berkontribusi pada radar dan bagian lain dari misi.

"Mengherankan betapa sedikit yang kita ketahui tentang Venus, tetapi hasil gabungan dari misi ini akan memberi tahu kita tentang planet ini dari awan di langit melalui gunung berapi di permukaannya sampai ke intinya," kata Ilmuwan Program Penemuan NASA Tom Wagner.

"Ini akan menjadi seolah-olah kita telah menemukan kembali planet ini,” imbuhnya.

Pengorbit Venus terakhir NASA adalah Magellan, yang tiba pada tahun 1990, tetapi pesawat-pesawat lain telah terbang melewatinya sejak itu. (Straitstimes/OL-5)

Baca Juga

nytimes.com

Omicron Makin Banyak Ditemukan di Berbagai Negara

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 11:58 WIB
Penemuan kasus Omicron membuat negara-negara meningkatkan...
AFP

Inggris dan Israel Berupaya Keras Mencegah Iran Jadi Kekuatan Nuklir

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 09:38 WIB
Inggris dan Israel akan "bekerja siang dan malam" dalam mencegah Iran menjadi kekuatan nuklir, demikian tekad yang dinyatakan...
Michele Spatari/AFP

Terkait Omicron, Afrika Selatan Minta Negara Lain Cabut Larangan Perjalanan Bagi Warganya

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 08:59 WIB
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa meminta negara-negara untuk segera mencabut larangan perjalanan yang "tidak dapat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya