Senin 10 Mei 2021, 10:35 WIB

NASA Kritik Jatuhnya Puing Roket Long March 5B

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
NASA Kritik Jatuhnya Puing Roket Long March 5B

AFP/STR
Roket milik Tiogkok Long March 5B saat lepas landas 29 April lalu.

 

LEMBAGA Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengkritik jatuhnya puing-puing roket milik Tiongkok, Long March 5B, di dekat Maladewa. Benda tersebut diperkirakan jatuh di Samudera Hindia pada Minggu (9/5).

"Negara-negara antariksa harus meminimalkan risiko terhadap manusia dan properti di Bumi dari masuknya kembali objek luar angkasa serta memaksimalkan transparansi mengenai operasi tersebut," kata Administrator NASA Bill Nelso dalam sebuah pernyataan usai puing Long March 5B dikabarkan masuk kembali ke Bumi.

"Jelas bahwa Tiongkok gagal memenuhi standar yang bertanggung jawab terkait puing-puing luar angkasa mereka,” imbuhnya.

Baca juga: Penembakan di Pesta Ulang Tahun di Colorado, Tujuh Orang Tewas

Long March 5B, yang terdiri dari satu tahap inti dan empat booster, lepas landas pada 29 April dari Pulau Hainan, Tiongkok, dengan modul Tianhe tak berawak, yang akan menjadi tempat tinggal di stasiun luar angkasa permanen Tiongkok.

Roket tersebut akan diikuti 10 misi lagi untuk menyelesaikan stasiun.

Puing terbaru Long March 5B yang merupakan salah satu potongan terbesar dari puing-puing ruang angkasa yang kembali ke Bumi, mendarat di sebelah barat Maladewa di Samudra Hindia dan mengakhiri spekulasi tentang di mana puing-puing itu akan menghantam.

"Setelah pemantauan dan analisa, pada 9 Mei 2021 pukul 10.24, puing-puing tahap terakhir dari kendaraan peluncuran Long March 5B Yao-2 telah masuk kembali ke atmosfer," kata Kantor Teknik Luar Angkasa Berawak Tiongkok dalam sebuah pernyataan.

Mereka menambahkan bahwa sebagian besar komponen terbakar di entri ulang.

Komando Luar Angkasa AS mengonfirmasi masuknya kembali roket di atas Semenanjung Arab, tetapi mengatakan tidak diketahui apakah puing-puing itu berdampak pada tanah atau air.

"Lokasi pasti dari dampak dan rentang puing, keduanya tidak diketahui saat ini, tidak akan dirilis oleh Komando Luar Angkasa AS," katanya di situs webnya.

Layanan pemantauan Space-Track, yang menggunakan data militer AS, juga mengonfirmasi masuknya kembali.

“Semua orang yang mengikuti entri ulang #LongMarch5B dapat bersantai. Roketnya jatuh,” cuitnya.

"Kami yakin roket itu jatuh di Samudra Hindia, tetapi menunggu data resmi dari @18SPCS," tambahnya dalam tweet terpisah, merujuk pada satu skuadron Angkatan Luar Angkasa AS.

Otoritas AS dan Eropa telah memantau roket tersebut, yang melaju dengan kecepatan 13,7 km/detik.

Menurut para ahli, dengan sebagian besar permukaan bumi tertutup oleh air, kemungkinan puing itu akan mendarat di daerah berpenduduk rendah, dan potensi timbulnya cedera bahkan lebih rendah.

“Mengingat ukuran objeknya, pasti akan ada potongan besar yang tersisa,” kata astronom di Paris-PSL Observatory, Florent Delefie.

“Kemungkinan puing-puing mendarat di zona berpenghuni sangat kecil, mungkin satu dari sejuta,” imbuhnya.

Tetapi ketidakpastian atas peluruhan orbit roket dan kegagalan Tiongkok untuk mengeluarkan jaminan yang lebih kuat menjelang masuknya kembali puing tersebut memicu kecemasan atas pendaratannya. (Aljazeera/OL-1)

Baca Juga

AFP/Pedro Rocha.

Adu Argumen Anggota Parlemen Italia tentang RUU Homofobia

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:55 WIB
Di Italia yang secara tradisional Katolik, Vatikan secara historis memiliki pengaruh besar, tetapi tetap relatif tenang ketika parlemen...
AFP/Alessandra Tarantino.

Vatikan Protes terhadap Rancangan UU Homofobia Italia

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:48 WIB
Aturan itu berusaha menghukum tindakan diskriminasi dan hasutan untuk melakukan kekerasan terhadap kaum gay, lesbian, transgender, dan...
abc.net.au

Duterte Ancam Bakal Penjarakan Penolak Vaksin

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 21:00 WIB
Pernyataan Duterte bertentangan dengan pejabat pemerintah yang mengatakan bahwa meski masyarakat diminta untuk bersedia...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya