Rabu 02 Juni 2021, 06:32 WIB

Eropa Tuntut Jawaban AS Atas Tudingan Aksi Mata-Mata

Lidya Tannia Bangguna | Internasional
Eropa Tuntut Jawaban AS Atas Tudingan Aksi Mata-Mata

Dok MI
Ilustrasi aksi spionase

 

PRANCIS, Jerman, dan negara-negara Eropa lainnya menuntut jawaban Amerika Serikat (AS) dan Denmark atas laporan bahwa 'Negeri Paman Sam' itu melakukan aksi mata-mata menggunakan kabel bawah air Denmark.

Dalam sebuah laporan investigasi, Senin (31/5), media massa Denmark, Danmarks Radio (DR), dan outlet media Eropa lainnya mengatakan bahwa Badan Keamanan Nasional AS (NSA) telah memanfaatkan kabel internet bawah air Denmark, dari 2012 hingga 2014, untuk memata-matai politisi top di Prancis, Jerman, Norwegia, dan Swedia.

Menurut keterangan DR, NSA mendapat akses ke pesan teks, panggilan telepon, dan lalu lintas internet termasuk pencarian, obrolan, dan layanan pesan.

Baca juga: Trudeau Berjanji Dukung Masyarakat Adat Kanada

Menanggapi hal ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengharapkan penjelasan dari Washington dan Kopenhagen atas laporan tersebut.

"Ini tidak dapat diterima, apalagi antara sekutu dan mitra Eropa," kata Macron setelah kedua pemimpin itu berbicara melalui konferensi video.

"Tidak ada ruang untuk kecurigaan," imbuh Macron, saat dia menekankan nilai hubungan antara Eropa dan AS.

"Itulah sebabnya apa yang kami tunggu kejelasan sepenuhnya, baik dari Denmark dan AS. Kami sedang menunggu jawaban ini,” tambahnya.

Sedangkan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg meminta Denmark agar mengembalikan semua informasi yang mereka miliki.

Menteri Pertahanan Swedia Peter Hultqvist juga turut menghubungi menteri pertahanan Denmark untuk menanyakan apakah platform Denmark telah digunakan untuk memata-matai politisi Swedia.

DR mengatakan NSA telah memanfaatkan kerja sama pengawasan dengan unit intelijen militer Denmark FE untuk menguping.

Tetapi tidak jelas apakah Denmark tahu pada saat itu bahwa AS menggunakan kabel untuk memata-matai tetangga Denmark.

Dihubungi AFP, unit intelijen militer Denmark menolak mengomentari pengungkapan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS dan NSA juga menolak permintaan dari AFP untuk mengomentari hal ini. (OL-1)

Baca Juga

AFP

Aksi Protes Meluas, Polisi Moralitas di Iran Dikabarkan Bubar

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 05 Desember 2022, 21:16 WIB
Aksi protes selama lebih dari dua bulan dipicu kematian Mahsa Amini, seorang perempuan Iran yang meninggal setelah ditangkap aparat...
ATTA KENARE / AFP

Aktivis Iran Tepis Klaim Polisi Moralitas Dihapus

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 05 Desember 2022, 20:54 WIB
Ada juga seruan di media sosial untuk pemogokan tiga hari, lebih dari dua bulan setelah gelombang kerusuhan sipil yang dipicu oleh kematian...
Ist

Penjualan Senjata Global Meningkat selama 7 Tahun

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 05 Desember 2022, 18:34 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 juga meningkatkan tantangan rantai pasokan bagi perusahaan senjata di seluruh dunia, kata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya