Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PERU mengumumkan peningkatan tajam jumlah kematian Covid-19, yang membuat negara tersebut menempati tingkat kematian per kapita terkait covid-19 terburuk di dunia.
Dalam pengumuman dari istana kepresidenan pada Senin (31/5), negara itu mengatakan lebih dari 180.000 orang telah meninggal sejak dimulainya pandemi, naik dari data sebelumnya yang menunjukkan bahwa 69.342 orang Peru telah meninggal karena virus korona.
Korban baru termasuk kematian yang dilaporkan antara Maret 2020 dan 22 Mei tahun ini.
“Apa yang dikatakan adalah bahwa sejumlah besar kematian tidak diklasifikasikan sebagai disebabkan oleh covid-19,” kata Menteri Kesehatan Oscar Ugarte, menambahkan bahwa kriteria untuk menetapkan virus korona baru sebagai penyebab kematian telah diubah.
Ugarte mengatakan bahwa sebelumnya hanya mereka yang "memiliki tes diagnostik positif" yang dianggap meninggal karena virus, tetapi kriteria lain telah ditambahkan.
Mateo Prochazka, salah satu peneliti dalam kelompok kerja yang ditugaskan untuk menganalisis dan memperbarui jumlah kematian akibat virus korona di Peru, mengatakan tim tersebut menggunakan empat metode berbeda untuk menentukan penyebab kematian.
“Kriteria pertama adalah yang paling pasti, yang virologis, dalam hal orang yang tesnya positif. Yang kedua adalah tes cepat,” kata Prochazka.
“Kami juga menggunakan (tes) serologis karena, di awal pandemi, sistem ini banyak digunakan,” jelasnya.
“Kemudian ada (tes) radiologi dan epidemiologi, yang tidak ada bukti, tetapi gejala yang cocok ditemukan.”
“Kami menganggap bahwa mereka harus dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Kebanyakan kasus per kapita
Di antara negara-negara Amerika Latin, hanya Brasil dan Meksiko yang melaporkan jumlah kematian keseluruhan yang lebih tinggi akibat penyakit tersebut daripada Peru.
Berdasarkan populasi, bagaimanapun, angka kematian per kapita Peru sekarang adalah yang tertinggi di dunia dan lebih dari dua kali lipat dari Brasil, menurut data Universitas Johns Hopkins.
Hongaria sebelumnya memiliki tingkat kematian virus korona per kapita tertinggi sekitar 300 per 100.000 orang. Dengan jumlah kematian terbaru, Peru sekarang mencapai lebih dari 500 kematian per 100.000 orang.
Pertanyaan tentang jumlah kematian Peru muncul segera setelah pandemi dimulai.
Pemandangan kuburan yang penuh dengan pemakaman baru dan rumah sakit yang membeli kontainer berpendingin untuk dijadikan kamar mayat darurat menunjukkan situasinya jauh lebih buruk daripada yang ditunjukkan data resmi.
“Kami pikir itu adalah tugas kami untuk mempublikasikan informasi terbaru ini,” kata Perdana Menteri Peru, Violeta Bermudez, selama konferensi pers pada hari Senin.
Angka-angka Peru yang diperbarui sejalan dengan apa yang disebut angka kematian berlebih, yang telah digunakan para peneliti di Peru dan negara-negara lain untuk mengukur kemungkinan pengurangan.
Kelebihan kematian dihitung dengan membandingkan jumlah total kematian selama periode waktu tertentu dan periode yang sama sebelum pandemi.
Ahli epidemiologi yang berbasis di Brasil, Julio Ponce, mengatakan bahwa jumlah kematian berlebih adalah salah satu cara untuk mengukur jumlah korban covid-19 ketika pengujian tidak tersedia.
“Ketika Anda tidak memiliki akses ke pengujian, Anda seharusnya tidak hanya menghitung orang yang telah dites positif dan yang akhirnya meninggal karena covid-19, karena tentu saja sejumlah besar orang tidak akan dihitung dalam angka itu,” kata Ponce.
Dia menambahkan bahwa jika suatu negara tidak dapat secara akurat menghitung jumlah kasus dan kematian covid-19, mereka tidak akan dapat melacak ke mana arah pandemi selanjutnya. (Aiw/Aljazeera/OL-09)
Sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan hilang setelah tanah longsor menenggelamkan feri dan merusak kapal penumpang di Sungai Ucayali, Peru.
Sengketa layanan bus menuju Machu Picchu memicu kekacauan dan membuat ribuan turis terdampar.
Sedikitnya 37 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka setelah sebuah bus di Peru jatuh ke jurang sedalam 200 meter di wilayah Arequipa.
Meksiko memberikan suaka politik kepada mantan Perdana Menteri Betssy Chavez, yang tengah diselidiki atas upaya kudeta di Peru pada 2022.
Para demonstran menuntut pengunduran diri Presiden baru Jose Jeri dan anggota Kongres, serta mencabut sejumlah undang-undang yang dinilai memperburuk tingkat kejahatan di negara itu.
Studi baru ungkap bir bercampur psikedelik mungkin bantu peradaban Wari memperkuat kekuasaan lewat rasa empati dan persatuan sosial.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved