Senin 24 Mei 2021, 15:37 WIB

Suu Kyi Hadir di Persidangan dalam Kondisi Sehat

Mediaindonesia | Internasional
Suu Kyi Hadir di Persidangan dalam Kondisi Sehat

Stan HONDA / AFP
Aung San Suu Kyi

 

PEMIMPIN Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi muncul secara langsung di sidang pengadilan pada Senin untuk pertama kalinya sejak pemerintahannya digulingkan oleh militer dalam kudeta 1 Februari, kata pengacaranya kepada Reuters.

Suu Kyi terlihat dalam keadaan sehat dan mengadakan pertemuan tatap muka dengan tim hukumnya selama sekitar 30 menit sebelum sidang, kata pengacara Thae Maung Maung.

Suu Kyi, 75 tahun, yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada 1991 atas upayanya membangun demokrasi, termasuk di antara lebih dari 4.000 orang yang ditahan sejak kudeta yang dilakukan kelompok militer di Myanmar.

Dia menghadapi dakwaan yang berkisar dari kepemilikan radio walkie-talkie secara ilegal hingga pelanggaran undang-undang rahasia negara.

Suu Kyi dalam pertemuannya dengan para pengacaranya "mendoakan agar orang-orang selalu sehat" dan juga secara jelas merujuk pada partai Liga Nasional untuk Demokrasi miliknya yang mungkin akan segera dibubarkan.

"Dia (Suu Kyi) mengatakan partai itu didirikan untuk rakyat sehingga partai itu akan ada selama rakyat ada," kata Thae Maung Maung.

Baca juga: Unjuk Rasa Anti-Kudeta, Ratusan Ribu Guru di Myanmar Diskors

Komisi pemilihan Myanmar yang ditunjuk junta akan membubarkan partai politik Suu Kyi karena tuduhan penipuan suara dalam pemilihan umum pada November tahun lalu. Hal itu dikabarkan pada Jumat (21/5) oleh media dengan mengutip pernyataan seorang komisaris, yang mengancam tindakan keras terhadap "pengkhianat" yang terlibat.

Tentara Myanmar merebut kekuasaan dengan tuduhan penipuan dalam pemilihan umum yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi pada November 2020. Tuduhan itu telah dibantah oleh komisi pemilihan sebelumnya.

Dalam wawancara pertamanya dengan media asing sejak kudeta, pemimpin junta Min Aung Hlaing mengatakan Suu Kyi dalam keadaan sehat dan dia mempermasalahkan tentang jumlah orang yang terbunuh oleh pasukan keamanan dalam protes sejak kudeta.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak tentara mengambil alih kekuasaan.

Sejak kudeta militer pada 1 Februari, Myanmar diwarnai dengan aksi protes harian, pawai dan pemogokan nasional terhadap junta, yang telah merespon dengan aksi kekerasan mematikan hingga menewaskan lebih dari 800 orang, menurut kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

Min Aung Hlaing dalam wawancara pada 20 Mei mengatakan jumlah korban sebenarnya sekitar 300 orang dan 47 polisi juga telah tewas.(Ant/OL-4)

Baca Juga

AFP

Zelenskyy Ingin Bertemu Putin agar Perang Berakhir

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 Mei 2022, 19:31 WIB
Zelenskyy mengungkapkan sejumlah cara telah dilakukan Ukraina untuk menghentikan agresi Rusia. Pihaknya tidak pernah absen membawa tawaran...
SERGEY BOBOK / AFP

Jika Krisis Pangan Meluas, Zelenskyy: Salahkan Rusia

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 Mei 2022, 18:23 WIB
Ia mengatakan dampak serangan Rusia yang belum berhenti sejak 24 Februari 2022 telah menghancurkan pasokan perdagangan...
Matt Dunham / POOL / AFP

Zelenskyy Harap G20 Hentikan Agresi Rusia

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 Mei 2022, 18:13 WIB
Namun Zelenskyy mengaku tidak bisa hadir ke forum tersebut secara langsung. Sebagai presiden dan panglima tertinggi harus tetap berada di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya