Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Amerika Serikat dan para sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sedang menjajaki kemungkinan upaya internasional untuk membantu mengamankan bandara di Kabul, Afghanistan, setelah pasukan AS menarik diri dari negara itu.
Upaya itu disampaikan oleh jenderal angkatan darat AS Mark Milley pada Selasa (19/5).
Milley, yang merupakan ketua Kepala Staf Gabungan AS (Joint Chiefs of Staff/JCS), mengatakan kondisi bandara yang aman akan sangat penting untuk memastikan bahwa Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dari Eropa dapat mempertahankan keberadaan kedutaan besar di Afghanistan.
Kepala Staf Gabungan (JCS) adalah badan yang menaungi para pemimpin paling senior di Departemen Pertahanan Amerika Serikat, yang menjadi penasihat presiden, menteri pertahanan, dewan keamanan dalam negeri, dan dewan keamanan nasional AS untuk masalah militer.
"Kami sedang mengerjakan perincian tentang cara mengamankan bandara, cara mendukung militer Afghanistan mengamankan bandara, dan negara-negara mana saja yang bersedia berkontribusi untuk melakukan itu," kata Milley kepada wartawan sesaat sebelum mendarat di Washington setelah pembicaraan dengan para sekutu di NATO di Brussels.
Perintah Presiden Joe Biden pada April, untuk menarik semua pasukan pada 11 September, dapat mengobarkan konflik internal Afghanistan, yakni antara pemerintah Afghanistan --yang didukung secara internasional-- dan kelompok Taliban.
Pemerintahan Biden telah menekankan bahwa Amerika Serikat akan tetap berkomitmen untuk mendukung Afghanistan meskipun AS mengalihkan fokusnya ke diplomasi sambil melanjutkan dukungan keuangan yang kuat ke Kabul.
Namun, diplomasi semacam itu --termasuk upaya untuk mendorong perjanjian perdamaian yang sejauh ini sulit dipahami antara Kabul dan Taliban-- akan sangat terdampak jika Amerika Serikat dan sekutu Eropanya tidak dapat membuka kedutaan besar karena ancaman keamanan di Afghanistan.
"Itu (keamanan bandara Kabul) adalah salah satu kunci untuk mempertahankan kehadiran diplomatik," ujar Milley saat berbicara tentang bandara Kabul.
Dia mengatakan kepala pertahanan NATO membahas masalah tersebut di Brussels pada Selasa (19/5). Akan tetapi, keputusan tentang penempatan pasukan keamanan oleh masing-masing negara untuk bandara akan dibuat kemudian oleh kepemimpinan politik, katanya.
Dia menyebutkan konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO mendatang akan dilaksanakan pada Juni.
Milley menolak untuk berspekulasi tentang seberapa banyak pasukan internasional di bandara.
"Saya pikir NATO dan lainnya sedang mengerjakan itu dalam berbagai kelompok kerja untuk melihat berapa jumlah pastinya. Angka-angka itu tidak diketahui sekarang," katanya. (Ant/OL-12)
Selama 2025, Bandara Internasional Juanda melayani total 43 rute penerbangan. Terdiri dari 32 rute domestik dan 11 rute internasional.
Masa Nataru sebagai periode operasional krusial yang menuntut koordinasi lintas entitas.
Pembangunan Bandara KHR As’ad Syamsul Arifin (KASA) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, diproyeksikan menjadi infrastruktur strategis yang tidak hanya memperkuat sistem pertahanan negara.
Puncak arus penumpang Natal diperkirakan terjadi pada Sabtu (20/12) dengan 9.746 penumpang.
InJourney Airports memperkirakan pergerakan penumpang pada periode Nataru ini akan mencapai sekitar 10 juta penumpang selama 21 hari.
Kasus Morowali merupakan contoh bagaimana lemahnya integrasi antarinstansi dapat menggerus kedaulatan udara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved