Rabu 19 Mei 2021, 22:03 WIB

380 Ribu Unit Kamera Intai Pergerakan Warga Rusia

Mediaindonesia.com | Internasional
380 Ribu Unit Kamera Intai Pergerakan Warga Rusia

mylivestreams.com
Ilustrasi

 

Pemerintah Rusia memanfaatkan 380 ribu unit kamera pengintai atau CCTV di berbagai sudut wilayah Ibu Kota, Moskow, untuk mengawasi pergerakan warga di tengah pengetatan protokol kesehatan pandemi COVID-19.

"Di Moskow ada sekitar 380 ribu CCTV. Kalau kita bergerak ke mana saja, langsung termonitor. Misalnya, kita turun dari lantai apartemen, dia langsung ditelepon dan ditanya, anda mau kemana?" kata Duta Besar Indonesia untuk Rusia merangkap Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, dalam acara Webinar 'Waspada COVID-19 di Indonesia - Belajar dari Rusia, India dan Singapura' yang ditayangkan secara virtual melalui Media Sosial BNPB Indonesia, Rabu (19/5).

Baca juga : Taiwan Minta Dukungan Indonesia untuk Berpartisipasi di WHO

Jose mengatakan dalam dua pekan terakhir pemerintah Rusia kembali memperketat protokol kesehatan menyusul kecenderungan sikap abai warga terhadap penggunaan masker dan jaga jarak.

Kecenderungan itu terjadi usai kebijakan relaksasi pemerintah pada agenda libur kerja tanggal 1 hingga 10 Mei 2021. Selain itu sejumlah pusat perniagaan, museum, hingga konser kembali dibuka dengan ketentuan 50 persen kapasitas tampung. "Secara umum kebijakannya sama dengan negara lain," katanya.

Jose mengatakan Rusia tidak menerapkan sistem karantina, namun seluruh warga dengan gejala maupun riwayat interaksi dengan pasien positif COVID-19, diwajibkan menjalani tes PCR.

Terhadap pasien bergejala berat, akan dialihkan ke rumah sakit khusus COVID-19. Segala biaya ditanggung pemerintah, termasuk warga negara asing asal Indonesia. "Kalau ada warga Indonesia sakit, disediakan juga asuransi dari pemerintah Rusia," katanya.

Penanganan COVID-19 di Rusia, kata Jose, dilakukan dengan berbagai upaya, seperti penyediaan kesehatan secara gratis bagi yang terinfeksi SARS-CoV-2, vaksinasi massal, pembuatan rumah sakit darurat, produksi peralatan medis, memperbanyak ventilasi, penyediaan ventilator di rumah sakit hingga memasok kebutuhan masker.

Kebijakan itu berlaku di 22 wilayah republik etnis yang dipimpin oleh masing-masing presiden, sembilan krai atau wilayah, tiga kota tingkat federal yakni Moskow, Saint Petersburg, dan Sevastopol, empat okrug atau distrik, serta satu oblast otonom khusus warga tertentu. "Semuanya tunduk pada satu Presiden Federal," katanya.

Jose mengatakan warga setempat yang jatuh sakit bisa menghubungi klinik pemerintah terdekat. Kalau gejalanya ringan, pengobatan bisa dilakukan di rumah.

Terhadap para pelanggar protokol kesehatan, kata Jose, ada penerapan sanksi. Misalnya, pasien COVID-19 tertangkap saat menumpang angkutan umum tanpa masker dikenakan denda 5.000 Rubel atau sekitar Rp975.000 dan 3.000 Rubel atau sekitar Rp585.000 bagi pasien COVID-19 yang terbukti berinteraksi dengan orang sehat. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP.

Gempa Berkekuatan 7,2 SR Guncang Peru Selatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:25 WIB
Gempa terjadi pada pukul 07.02 waktu setempat pada kedalaman 218 kilometer, menurut USGS. Pusat Seismologi Nasional Peru mengatakan gempa...
AFP/Fabrice Coffrini.

Iran Sebut Zionis Kontrol Kebijakan AS terkait Kesepakatan Nuklir

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:55 WIB
Israel telah membuatnya seolah-olah mempertahankan IRGC dalam daftar itu penting untuk masa depan pembicaraan Iran, tetapi tidak demikian,...
AFP/Hazem Bader.

Investigasi CNN Perkuat Klaim Tentara Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:01 WIB
Pada saat-saat berikutnya, seorang pria berkaus putih mencoba beberapa kali untuk memindahkan Abu Akleh, tetapi dipaksa mundur berulang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya