Selasa 18 Mei 2021, 08:29 WIB

94% Deforestasi di Hutan Brasil Ilegal

Basuki Eka Purnama | Internasional
94% Deforestasi di Hutan Brasil Ilegal

AFP/Ricardo Oliveira
Potongan kayu yang dista Polisi Militer Amazon di Manacupuru, Negara Bagian Amazona, Brasil.

 

PARA peneliti melaporkan sebagian besar deforestasi di Hutan Amazon Brasil adalah ilegal dan janji Presiden Jair Bolsonaro untuk menghilangkannya tampak meragukan mengingat kurangnya transparansi dalam penggunaan lahan resmi.

Di bawah tekanan untuk mengekang perusakan Amazon, Bolsonaro, bulan lalu, bersumpah di KTT iklim dunia untuk menghilangkan deforestasi ilegal pada 2030.

Namun, hampir tidak ada deforestasi yang dapat dianggap sepenuhnya legal di Brasil, mengingat pihak berwenang gagal menerapkan undang-undang secara memadai tentang pelacakan berapa banyak dan di mana lahan dibuka berdasarkan izin, menurut laporan yang diterbitkan sekelompok peneliti universitas dan pakar dari organisasi lingkungan termasuk World Wildlife Fund Brazil dan Centro da Vida Institute.

Baca juga: Korban Salah Vonis di AS Dapat Ganti Rugi Rp1,2 Triliun

Laporan tersebut menemukan bahwa 94% deforestasi di Amazon Brasil dan sekitarnya, wilayah Matopiba, adalah ilegal.

“Itu sebagian karena meski dalam kasus petani, peternak, penebang dan lainnya memiliki izin untuk membuka lahan, pihak berwenang tidak dapat mendokumentasikan bagaimana izin tersebut digunakan di lapangan,” katanya.

"Pembedaan antara deforestasi legal dan ilegal merupakan faktor kunci memastikan produksi pertanian dan kehutanan Brasil tidak terkontaminasi oleh kejahatan lingkungan," tuturnya.

Bolsonaro telah memimpin lonjakan deforestasi di hutan hujan terbesar di dunia itu sejak menjabat pada 2019.

Dalam 12 bulan, hingga Agustus 2020, deforestasi di Amazon Brasil meningkat 9,5%, menghancurkan area yang lebih besar dari Jamaika, menurut data pemerintah.

Presiden sayap kanan itu menghadapi tekanan internasional untuk membersihkan citra lingkungan pemerintahnya serta reaksi keras dari kalangan bisnis yang khawatir bagaimana citra tersebut akan berdampak pada pengekspor daging sapi dan kedelai nomor satu dunia itu.

"Bolsonaro membuat janji 'nol deforestasi', tapi bagaimana kita tahu jika informasi yang diperlukan tidak tersedia?" kata koordinator dari Centro da Vida Institute, Paula Bernasconi.

"Kami sangat membutuhkan lebih banyak upaya teknis dan kemauan politik untuk menerapkan undang-undang lingkungan dan transparansi Brasil," kata rekan penulisnya, Raoni Rajao dari Universitas Federal Minas Gerais.

"Jika tidak, kurangnya transparansi akan terus menjadi perisai bagi kerusakan ekosistem kita yang sedang berlangsung,” tandasnya. (Straitstimes/OL-1)

Baca Juga

AFP/Pedro Rocha.

Adu Argumen Anggota Parlemen Italia tentang RUU Homofobia

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:55 WIB
Di Italia yang secara tradisional Katolik, Vatikan secara historis memiliki pengaruh besar, tetapi tetap relatif tenang ketika parlemen...
AFP/Alessandra Tarantino.

Vatikan Protes terhadap Rancangan UU Homofobia Italia

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:48 WIB
Aturan itu berusaha menghukum tindakan diskriminasi dan hasutan untuk melakukan kekerasan terhadap kaum gay, lesbian, transgender, dan...
abc.net.au

Duterte Ancam Bakal Penjarakan Penolak Vaksin

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 21:00 WIB
Pernyataan Duterte bertentangan dengan pejabat pemerintah yang mengatakan bahwa meski masyarakat diminta untuk bersedia...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya